BREAKING NEWS
Jumat, 01 Mei 2026

Terungkap! Sahroni Lumuri Wajah dengan Tanah dan Sembunyi di Kamar Mandi Selama 7 Jam Saat Rumah Digeruduk Massa

- Jumat, 26 September 2025 11:23 WIB
Terungkap! Sahroni Lumuri Wajah dengan Tanah dan Sembunyi di Kamar Mandi Selama 7 Jam Saat Rumah Digeruduk Massa
Politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni. (foto: ahmadsahroni88/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, sempat bersembunyi selama tujuh jam di sebuah kamar mandi di lantai empat rumahnya, saat kediamannya diserbu dan dijarah massa dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh pada akhir Agustus 2025 lalu.

Peristiwa itu terjadi di rumah pribadi Sahroni di Jalan Swasembada Timur XXII, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Menurut keterangan staf pribadi Sahroni, Tabroni, sang legislator berada di lokasi ketika massa mulai merangsek masuk dan merusak rumah.

Baca Juga:
Dalam kepanikan, Sahroni melarikan diri ke sebuah toilet kecil di rooftop.

"Waktu itu beliau sembunyi di kamar mandi, sendirian. Ukurannya kecil, sekitar 3 meter persegi," kata Tabroni saat dikonfirmasi pada Rabu (24/9/2025).

Sahroni bahkan mengotori wajahnya dengan tanah dan debu agar tidak dikenali.

Saat massa masuk ke area atas rumah, sempat ada seseorang yang membuka pintu toilet tempatnya bersembunyi.

Namun, karena wajahnya tak dikenali, orang tersebut hanya menyuruhnya diam di tempat.

"Bapak bilang, ada orang masuk, nyenterin, tanya 'kamu siapa?' Beliau jawab 'penjaga rumah'. Lalu orang itu pergi," jelas Tabroni.

Penyerangan dimulai sekitar pukul 15.30 WIB, ketika massa mulai melempari rumah dengan batu dan mencoba merobohkan pagar.

Di dalam rumah, Sahroni bersama tujuh orang lainnya, termasuk staf dan tamu, langsung menyelamatkan diri ke lantai atas.

Sebagian dari mereka bersembunyi, bahkan ada yang melompat ke atap rumah tetangga.

Menurut Tabroni, kondisi saat itu sangat kacau dan penuh kepanikan.

Ia sendiri selamat karena berada di luar rumah sesaat sebelum massa datang.

Rumah Sahroni mengalami kerusakan parah dan sejumlah barang dilaporkan hilang.

Tas milik Sahroni yang berisi telepon genggam turut raib, membuat dirinya tidak bisa dihubungi selama berjam-jam.

Baru sekitar pukul 22.00 WIB, Sahroni berhasil keluar dari persembunyian dan masuk ke rumah salah satu tetangga.

Ia kemudian meminjam telepon untuk menghubungi istrinya, Feby Belinda, yang saat itu berada di luar kota.

"Itu satu-satunya nomor yang beliau ingat. Akhirnya dari situ kami tahu beliau selamat," kata Tabroni.

Ketua RT setempat, Yuridisman, mengungkapkan bahwa warga sempat memasang portal untuk menutup akses gang menuju rumah Sahroni guna mencegah orang asing masuk ke wilayah tersebut. Namun, saat ini situasi disebut sudah kembali kondusif.

"Portal sudah kami lepas, sekarang suasana sudah normal," ujarnya saat ditemui pada Selasa (23/9/2025).

Penyerangan terhadap rumah Sahroni terjadi di tengah demonstrasi besar di Jakarta pada akhir Agustus lalu.

Rumah anggota DPR itu diduga menjadi sasaran akibat pernyataannya yang menanggapi salah satu tuntutan massa, yakni pembubaran DPR.

Dalam komentarnya yang dikutip sejumlah media, Sahroni menyebut pihak-pihak yang menyerukan pembubaran DPR sebagai "orang tolol", pernyataan yang menuai kemarahan publik di media sosial.

Akibatnya, Partai NasDem memutuskan untuk menonaktifkan Sahroni dari jabatannya sebagai anggota DPR.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Sahroni mengenai kejadian tersebut maupun statusnya di partai.*

(gl/a008)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Resmi! Kementerian BUMN Bakal Diubah Menjadi Lembaga
APBD 2025 Disesuaikan! Sidang Paripurna DPRD Padangsidimpuan Soroti Turunnya Pendapatan Daerah
Ombudsman RI Kunjungi Kantor Redaksi Bitvonline.com Medan
Rekam Jejak dr Tan Shot Yen, Ahli Gizi yang Kritik Menu MBG Berisi Burger dan Spageti
Brimob dan Polresta Bandar Lampung Amankan Aksi 800 Massa PPRL Peringati Hari Tani Nasional
Fraksi NasDem DPRK Aceh Tengah Soroti Infrastruktur dan Pelayanan Dasar dalam Paripurna Perubahan APBK 2025
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru