"Visi roadmap ini adalah menjadikan NU sebagai organisasi Islam yang memimpin kebangkitan peradaban baru berbasis akhlakul karimah, ilmu pengetahuan, teknologi, dan keadilan sosial," ucap Gus Yahya.
Rotasi ini berlangsung di tengah memanasnya isu pemakzulan terhadap Gus Yahya.
Sebelumnya, beredar surat edaran yang ditandatangani Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir dan Katib Aam PBNU KH Ahmad Tajul Mafatikhir, yang menyebutkan pemberhentian Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum.
Surat bertanggal 25 November 2025 itu memerintahkan penyelenggaraan Rapat Pleno untuk menentukan pimpinan PBNU berikutnya.
A'wan PBNU KH Abdul Muhaimin membenarkan keaslian surat yang tersebar di grup-grup WhatsApp Nahdliyin.
"Valid. Sudah beredar luas," ujarnya.
Ia menambahkan, dalam surat tersebut disebutkan bahwa Gus Yahya tidak boleh lagi menggunakan nama maupun fasilitas PBNU.
Hingga kini, PBNU versi tanfidziyah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait keabsahan keputusan Syuriyah tersebut.*