"Ada undangannya. Belum tahu hadir atau tidak, nanti kita sampaikan jika sudah ada kepastian," ujarnya saat ditemui di Istana Merdeka, Senin (9/2/2026).
Pras menyampaikan harapannya, bila Prabowo hadir, kegiatan tersebut juga bisa sekaligus menjadi momen penandatanganan kesepakatan tarif dagang antara AS dan Indonesia.
Saat ini, negosiasi tarif impor telah selesai dan sedang menunggu tahap penyempurnaan legal drafting.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan, "Negosiasi dengan Amerika seluruh pembicaraan sebetulnya sudah selesai. Tinggal fine tuning di legal drafting.
" Ia menambahkan, penandatanganan antara kedua kepala negara tinggal menunggu penetapan jadwal resmi.
Agenda ini dinilai penting bagi posisi Indonesia di kancah diplomasi internasional. Meskipun Indonesia tidak termasuk anggota permanen Board of Peace, keikutsertaan Presiden dalam rapat perdana dapat menjadi simbol komitmen Indonesia terhadap perdamaian global dan kerja sama bilateral dengan Amerika Serikat.
Hingga berita ini diturunkan, Istana masih menunggu konfirmasi resmi terkait kehadiran Presiden Prabowo di Washington, AS.*
(d/dh)
Editor
: Dharma
Istana Terima Undangan Board of Peace AS, Kehadiran Presiden Prabowo Masih Ditunggu untuk Penandatanganan Kesepakatan Dagang