Hal itu dikonfirmasi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, saat konferensi pers di Washington DC, Jumat (20/2/2026) waktu setempat.
Menurut Teddy, penurunan tarif ini disertai fasilitas tarif 0 persen untuk 1.819 produk unggulan Indonesia, terutama di sektor pertanian dan industri strategis. Produk-produk tersebut mencakup kopi, kakao, minyak kelapa sawit, hingga semi konduktor.
"Kemudian yang kedua, ada tarif 0 persen untuk 1.819 produk unggulan, khususnya di bidang pertanian dan industri," ujar Teddy.
Pertemuan bilateral ini berlangsung di tengah agenda padat Board of Peace, yang dihadiri lebih dari 15 kepala negara dan pemerintahan.
Teddy menegaskan, Presiden Prabowo menjadi satu-satunya kepala negara yang melakukan pertemuan bilateral langsung dengan Presiden Donald Trump.
"Bapak Presiden melakukan bilateral dengan Presiden Donald Trump selama kurang lebih 30 menit. Banyak isu yang dibahas, dan kita harapkan hasilnya akan lebih baik lagi bagi Indonesia," kata Teddy.
Keberhasilan diplomasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional, sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih besar bagi produk unggulan nasional.*
(in/dh)
Editor
: Dharma
Diplomasi Prabowo Berhasil, Tarif Impor AS ke Indonesia Turun dari 32% Jadi 19%