BREAKING NEWS
Sabtu, 21 Februari 2026

Surya Paloh: NasDem Sedang Pertimbangkan Dukungan untuk Prabowo-Gibran Dua Periode

Adelia Syafitri - Sabtu, 21 Februari 2026 11:54 WIB
Surya Paloh: NasDem Sedang Pertimbangkan Dukungan untuk Prabowo-Gibran Dua Periode
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. (Foto: nasdemdprri)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menanggapi wacana dukungan dua periode untuk Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Paloh, NasDem masih memikirkan kemungkinan tersebut dan belum mengambil keputusan final.

"Nah itu nanti kita sedang pikirkan, kan kita ada di sana," ujar Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga:

Selain itu, Paloh menegaskan bahwa partainya juga sedang menimbang usulan koalisi permanen.

Ia menekankan bahwa tujuan utama politik adalah kemajuan bangsa dan persatuan, bukan kepentingan elite atau pembagian berdasarkan suku, agama, dan status sosial.

"Koalisi permanen boleh saja dipertimbangkan. Tidak ada masalah, tetapi belum kita putuskan. Dipertimbangkan bagus. Sekali lagi, esensi yang paling utama goal besar kita apa? Jawabannya sederhana, kemajuan kita dalam berbangsa dan bernegara. Siapa saja? Semua kita," ujar Paloh.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta relawan Bara JP mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dua periode. Arahan ini diberikan sejak awal untuk memastikan kelanjutan pemerintahan.

"Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu (dukung Prabowo-Gibran dua periode)," ujar Jokowi.

Saat ditanya apakah pasangan ini akan kembali maju pada Pilpres 2029, Jokowi enggan memberikan jawaban langsung, menekankan bahwa arahan tersebut disampaikan ke relawan.

Langkah NasDem dalam menimbang dukungan dua periode ini menjadi sorotan karena akan menentukan dinamika koalisi politik menjelang Pilpres 2029 dan arah strategi partai dalam pemerintahan mendatang.*

(d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Legislator Fraksi PKS Sebut Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK “Absurd dan Mengada-ada”
Rismon Sianipar Soroti Kejanggalan Tata Letak Ijazah Jokowi di Sidang PN Solo: Mirip Cetakan Modern, Bukan 1985
Istana Tegaskan UU KPK Tak Akan Kembali ke Versi Lama: Tidak Ada Hubungan dengan Jokowi
Viral di Google Maps, Rumah Jokowi Kini Dijuluki “Tembok Ratapan Solo”
Jokowi Klaim Bukan Inisiator, Eks Penyidik: Tidak Menandatangani, Bukan Berarti Tidak Setuju Revisi UU KPK
Dokter Tifa Klaim Gunakan Ilmu CIA dan FBI untuk Teliti Ijazah Jokowi: Bukan Ilmu Ghaib!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru