PSI Buka Suara soal Laporan terhadap Jusuf Kalla: 1000 Persen Jokowi Tak Terlibat!
JAKARTA Polemik yang menyeret nama dua tokoh nasional kembali menghangat. Ahmad Ali memastikan bahwa Joko Widodo tidak memiliki kaitan a
POLITIK
MEDAN – Hahahaha. Warga pengguna internet (netizen) "merujak" anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI, Dr Saleh Partaonan Daulay, di sebuah postingan akun Facebook atas nama "Sumut Indah". Namun begitu, ada juga yang menyanjung.
Postingan akun "Sumut Indah" tersebut terlihat pada Sabtu (28/02/2026). Historisnya mencatat, postingan itu dibuat sejak dua hari lalu atau Kamis (26/02/2026).
Dalam postingan tersebut, "Sumut Indah" menampilkan foto Saleh Partaonan Daulay dengan jaket partainya khas warna biru. Di dalam foto, tertulis kalimat "Puaskah kalian dengan kinerja Dr Saleh Partaonan Daulay M.Ag, M.Hum, MA - Ketua Komisi VII DPR RI Dapil Sumut 2?"
Akun "Sumut Indah" kemudian melengkapi foto itu dengan narasi agak sedikit panjang tentang profil Saleh Partaonan Daulay. Misalnya menjelaskan, jabatannya saat ini, partainya dan daerah pemilihan (Dapil)-nya. Dijelaskan juga latarbelakang pendidikannya hingga karir politiknya.
Hingga Sabtu (28/02/2026) siang sekitar pukul 9.06 WIB, postingan tersebut di-like 188 akun dan dikomentari sekitar 77 akun. Dari seluruh komentar, tercatat sekitar 39 akun memberi reaksi negatif terhadap Saleh Partaonan Daulay dan 34 akun merespon positif. Dan ada 4 akun netral.
Sedikitpun Tidak Puas
Respon pertama tercatat sekitar 19 jam berlalu atas nama akun Syahrul Pohan. Dia langsung blak-blakan menyebut "sedikitpun gk puas,,, karena si Saleh Partaonan ini bekerja untuk dia dan suka suka dia apa yang puas..".
Akun Arroyan Siregar mengekspresikan ketidakpuasannya dengan menulis dengan huruf kapital "SANGAT TIDAK PUAS". Sedang akun August Remon Sirait justru mengaku tidak mengenal Saleh Partaonan Daulay dengan menulis "siapa orang ini".
Akun Ahmad Sholeh Bahara Harahap menuliskan "saya rasa tak ada manfaatnya sama masyarakat". Sedang akun Ikhsan Nasution menyebut "Omdo, giliran butuh baru turun, Cuma gagasan aja, nyatanya nol besar".
Lebih menarik komentar akun Ahmad Landong yang menuliskan kekecewaannya dalam Bahasa Mandailing "Amegunana alak ita on di-pusatkan, jalan di Palas tidak sampai 300 km dari batas Paluta ke batas Riau tidak pernah selesai 20 tahun ma pamekaran, borat do".
Artinya, apa artinya orang kampung kit aini duduk di pusat (DPR RI), jalan di Kabupaten Palas tidak sampai 300 Km dari batas Paluta ke batas Riau tidak pernah selesai 20 tahun sudah pemekaran.
Nada serupa juga disampaikan akun Eddy Sabri Nasution yang menuliskan "Putra Palas yang saya lihat belum ada berbuat untuk kampungnya sendiri. Hanya datang pamer sebagai anggota dewan pulang ke Jakarta. Karena Palas itu tidak tau kita yang mana kota yang mana desa. Coba kita lihat daerah lain tetangga sendiri, makasih".
Sedang akun Paruhum Hasibuan menuliskan "Kalau kami masyarakat, mana puas. Udah 2 periode beliau menjabat DPR RI, jalan lintas belum pernah layak dan selesai diperbaiki. Klo ngk dekat pemilu, mana ingat sama masyarakat. Padahal dia asli orang Sibuhuan Padang Lawas. Jadi wajarkah dua periode duduk di DPR jalan dari Gunung Tua sampai Pasar Ujung Batu ngk pernah tuntas?".
Akun Gajalla Siregar menuliskan dengan sedikit panjang. Ia mempertanyakan "Apakah beliau pernah menolak tentang hutang luar negeri? Apalah beliau pernah bersuara tentang MBG? Apakah beliau pernah bersuara tentang rangkap jabatan para petinggi negara? Apakah beliau pernah bersuara tentang kinerja kepolisian? Apakah beliau pernah berbicara tentang PIK-2"
Kemudian Gajalla Siregar melanjutkan "apakah beliau pernah berbicara tentang mapia pertanahan? Apakah tanggapan beliau tentang parpol yang kalah dalam kontestasi pilpres tetapi memilih berkoalisi dengan pemerintah terpilih?"
"Pernah atau beliau bersuara tentang gaji tunjangan dan dana pensiunan anggota DPR? Semua hal diatas menjadi tolok ukur bagi saya untuk menilai baik atau tidak kinerja seeorang sebagai wakil rakyat".
Sedang akun Ahmad Jufri Sitompul menuliskan pengalamannya "waktu kampanye datang ke Aek Goti, Labusel lihat kondisi jalan jelek. Sudah duduk, ngk Nampak beritanya. Mana janjimu membenahi Dapil-mu?".
Memuji dan Dukungan
Masih banyak komentar miring yang disampaikan para netizen tentang kinerja Saleh Daulay tersebut. Meski begitu, ada juga yang memuji dan memberi dukungan. Semisal akun Waladun Saleh yang menuliskan "salah satu anggota DPR RI yang fokal menyampaikan aspirasi masyarakat, Bang Saleh Daulay".
Muqdial Amri Hasibuan juga menuliskan "banyak menyuarakan aspirasi masyarakat Dapil II Sumut. Yang disuarakan adalah untuk kepentingan uum di Senayan. Beliau memang jarang fokus ke jalan karena selalu memperjuangkan di mana posisisinya komisinya di Senayan selalu diperjuangkan untuk rakyat dan dekat sama rakyat".*
JAKARTA Polemik yang menyeret nama dua tokoh nasional kembali menghangat. Ahmad Ali memastikan bahwa Joko Widodo tidak memiliki kaitan a
POLITIK
JAKARTA Pemerintah menetapkan sejumlah kriteria bagi masyarakat yang berhak menerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ata
NASIONAL
JAKARTA PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan perdagangan 1317 Apri
EKONOMI
JAKARTA Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla atau JK mempertanyakan mengapa isu ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo menjadi persoalan yang
POLITIK
JAKARTA Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyebut Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menjadi salah satu rujuk
NASIONAL
JAKARTA Polemik sengketa lahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali memanas setelah kedua pihak yang berkonflik samasama mengkl
NASIONAL
JAKARTA TNI Angkatan Laut (TNI AL) membenarkan adanya pergerakan kapal perang Amerika Serikat di kawasan Selat Malaka yang sebelumnya rama
NASIONAL
MEDAN Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kota Medan dalam pertemuan dengan Komando
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memberikan pembekalan kepada para Ketua DPRD seIndonesia dalam kegiatan retret yang digelar di Akademi
NASIONAL
JAKARTA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk segera menuntaskan penyelesaian kasus yang menimpa nas
HUKUM DAN KRIMINAL