Usai 28 Tahun Tertunda, Blok Masela Akhirnya Masuk Tahap Konstruksi, Produksi Dibidik 2029
MAKASSAR Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek strategis nasional Blok Masela resmi memasuki t
EKONOMI
MEDAN – Hahahaha. Warga pengguna internet (netizen) "merujak" anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI, Dr Saleh Partaonan Daulay, di sebuah postingan akun Facebook atas nama "Sumut Indah". Namun begitu, ada juga yang menyanjung.
Postingan akun "Sumut Indah" tersebut terlihat pada Sabtu (28/02/2026). Historisnya mencatat, postingan itu dibuat sejak dua hari lalu atau Kamis (26/02/2026).
Dalam postingan tersebut, "Sumut Indah" menampilkan foto Saleh Partaonan Daulay dengan jaket partainya khas warna biru. Di dalam foto, tertulis kalimat "Puaskah kalian dengan kinerja Dr Saleh Partaonan Daulay M.Ag, M.Hum, MA - Ketua Komisi VII DPR RI Dapil Sumut 2?"
Akun "Sumut Indah" kemudian melengkapi foto itu dengan narasi agak sedikit panjang tentang profil Saleh Partaonan Daulay. Misalnya menjelaskan, jabatannya saat ini, partainya dan daerah pemilihan (Dapil)-nya. Dijelaskan juga latarbelakang pendidikannya hingga karir politiknya.
Hingga Sabtu (28/02/2026) siang sekitar pukul 9.06 WIB, postingan tersebut di-like 188 akun dan dikomentari sekitar 77 akun. Dari seluruh komentar, tercatat sekitar 39 akun memberi reaksi negatif terhadap Saleh Partaonan Daulay dan 34 akun merespon positif. Dan ada 4 akun netral.
Sedikitpun Tidak Puas
Respon pertama tercatat sekitar 19 jam berlalu atas nama akun Syahrul Pohan. Dia langsung blak-blakan menyebut "sedikitpun gk puas,,, karena si Saleh Partaonan ini bekerja untuk dia dan suka suka dia apa yang puas..".
Akun Arroyan Siregar mengekspresikan ketidakpuasannya dengan menulis dengan huruf kapital "SANGAT TIDAK PUAS". Sedang akun August Remon Sirait justru mengaku tidak mengenal Saleh Partaonan Daulay dengan menulis "siapa orang ini".
Akun Ahmad Sholeh Bahara Harahap menuliskan "saya rasa tak ada manfaatnya sama masyarakat". Sedang akun Ikhsan Nasution menyebut "Omdo, giliran butuh baru turun, Cuma gagasan aja, nyatanya nol besar".
Lebih menarik komentar akun Ahmad Landong yang menuliskan kekecewaannya dalam Bahasa Mandailing "Amegunana alak ita on di-pusatkan, jalan di Palas tidak sampai 300 km dari batas Paluta ke batas Riau tidak pernah selesai 20 tahun ma pamekaran, borat do".
Artinya, apa artinya orang kampung kit aini duduk di pusat (DPR RI), jalan di Kabupaten Palas tidak sampai 300 Km dari batas Paluta ke batas Riau tidak pernah selesai 20 tahun sudah pemekaran.
Nada serupa juga disampaikan akun Eddy Sabri Nasution yang menuliskan "Putra Palas yang saya lihat belum ada berbuat untuk kampungnya sendiri. Hanya datang pamer sebagai anggota dewan pulang ke Jakarta. Karena Palas itu tidak tau kita yang mana kota yang mana desa. Coba kita lihat daerah lain tetangga sendiri, makasih".
Sedang akun Paruhum Hasibuan menuliskan "Kalau kami masyarakat, mana puas. Udah 2 periode beliau menjabat DPR RI, jalan lintas belum pernah layak dan selesai diperbaiki. Klo ngk dekat pemilu, mana ingat sama masyarakat. Padahal dia asli orang Sibuhuan Padang Lawas. Jadi wajarkah dua periode duduk di DPR jalan dari Gunung Tua sampai Pasar Ujung Batu ngk pernah tuntas?".
Akun Gajalla Siregar menuliskan dengan sedikit panjang. Ia mempertanyakan "Apakah beliau pernah menolak tentang hutang luar negeri? Apalah beliau pernah bersuara tentang MBG? Apakah beliau pernah bersuara tentang rangkap jabatan para petinggi negara? Apakah beliau pernah bersuara tentang kinerja kepolisian? Apakah beliau pernah berbicara tentang PIK-2"
Kemudian Gajalla Siregar melanjutkan "apakah beliau pernah berbicara tentang mapia pertanahan? Apakah tanggapan beliau tentang parpol yang kalah dalam kontestasi pilpres tetapi memilih berkoalisi dengan pemerintah terpilih?"
"Pernah atau beliau bersuara tentang gaji tunjangan dan dana pensiunan anggota DPR? Semua hal diatas menjadi tolok ukur bagi saya untuk menilai baik atau tidak kinerja seeorang sebagai wakil rakyat".
Sedang akun Ahmad Jufri Sitompul menuliskan pengalamannya "waktu kampanye datang ke Aek Goti, Labusel lihat kondisi jalan jelek. Sudah duduk, ngk Nampak beritanya. Mana janjimu membenahi Dapil-mu?".
Memuji dan Dukungan
Masih banyak komentar miring yang disampaikan para netizen tentang kinerja Saleh Daulay tersebut. Meski begitu, ada juga yang memuji dan memberi dukungan. Semisal akun Waladun Saleh yang menuliskan "salah satu anggota DPR RI yang fokal menyampaikan aspirasi masyarakat, Bang Saleh Daulay".
Muqdial Amri Hasibuan juga menuliskan "banyak menyuarakan aspirasi masyarakat Dapil II Sumut. Yang disuarakan adalah untuk kepentingan uum di Senayan. Beliau memang jarang fokus ke jalan karena selalu memperjuangkan di mana posisisinya komisinya di Senayan selalu diperjuangkan untuk rakyat dan dekat sama rakyat".*
MAKASSAR Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek strategis nasional Blok Masela resmi memasuki t
EKONOMI
NEW YORK Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina, pada Senin (20/7/2026) di
OLAHRAGA
TAPANULI TENGAH Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, memicu banjir setelah t
PERISTIWA
JAKARTA Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mengkritik pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea
NASIONAL
SIMALUNGUN Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, meluncurkan sejumlah program prioritas saat melakukan kunjungan kerja ke Keca
PEMERINTAHAN
SIMALUNGUN Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan infrastruktur di Kecamatan Hat
PEMERINTAHAN
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun bersama Bank Sumut Cabang Pamatang Raya terus mendorong peningkatan literasi keuanga
PENDIDIKAN
SIMALUNGUN Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun atas pengelolaan dan realisas
PEMERINTAHAN
SORONG SMAN 3 Kota Sorong (SMANTI) berhasil meraih juara pertama dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi
PENDIDIKAN
BANDUNG Kasus dugaan penganiayaan, penyekapan, dan kekerasan yang menjerat Taufik Hidayat (30) memasuki tahap lanjutan. Penyidik Direktora
HUKUM DAN KRIMINAL