Vonis Kasus Andrie Yunus Dikritik, Koalisi Sipil Sebut Keadilan untuk Korban Belum Tuntas
JAKARTA Koalisi Masyarakat Sipil menilai putusan Pengadilan Militer II08 Jakarta terhadap empat anggota TNI dalam kasus penyiraman air
NASIONAL
BATU BARA – Polemik pembangunan irigasi di Desa Sei Mataram, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, kian memanas.
Anggota DPRD Batu Bara dari Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Ridwan, turun langsung ke lapangan menyusul kekecewaan masyarakat terhadap proyek yang dinilai tidak sesuai harapan.Rabu 4/3/2026
Proyek irigasi yang merupakan bagian dari program Optimalisasi Lahan Rawa (OPLA) memiliki nilai anggaran sebesar Rp515.200.000.Baca Juga:
Rincian pekerjaannya meliputi normalisasi sepanjang 1.000 meter, perbaikan tiga pintu air (bentang 4–5 meter), serta pembangunan tiga pintu air baru (bentang 3–4 meter).Namun ironisnya, meskipun belum dilakukan Serah Terima Pekerjaan (PHO), sejumlah bagian fisik proyek sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kualitas pekerjaan dan sistem pengawasan.
Soroti Pengawasan dan Minta Evaluasi TotalDalam tinjauannya, Ridwan menegaskan bahwa proyek tersebut patut dipertanyakan, apalagi dikaitkan dengan program prioritas nasional dalam mendukung swasembada pangan.
"Kalau belum serah terima tapi sudah rusak, ini jelas ada yang tidak beres. Ini menyangkut uang rakyat dan program ketahanan pangan nasional," tegas Ridwan.Lebih lanjut, ia secara tegas meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Batu Bara.
"Saya minta Kadis Pertanian dan PPTK dicopot. Saya juga meminta kepada Bupati agar segera mengevaluasi Dinas Pertanian secara menyeluruh," ujar Ridwan dengan nada tegas.Menurutnya, apabila pengawasan berjalan maksimal, kerusakan sebelum PHO tidak seharusnya terjadi. Dalam proyek ini disebutkan adanya fungsi pemantauan sejak awal pelaksanaan, termasuk keterlibatan Kodim 0208/Asahan dalam pengawasan kegiatan OPLA.
Diminta Bangun Ulang Jika Tak Sesuai Spesifikasi
Ridwan menegaskan, jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis, maka proyek tersebut harus diperbaiki atau bahkan dibangun ulang."Jangan sampai program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat tercoreng karena pekerjaan asal jadi. Ini harus menjadi perhatian serius," tambahnya.Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat Desa Sei Mataram masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Batu Bara, untuk merespons tuntutan evaluasi tersebut.*
(dh)
Baca Juga:
JAKARTA Koalisi Masyarakat Sipil menilai putusan Pengadilan Militer II08 Jakarta terhadap empat anggota TNI dalam kasus penyiraman air
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah mulai menunjukkan penguatan setelah aliran modal asing kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia. Kondisi ters
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah membuka kemungkinan melakukan penyesuaian terhadap anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah dilakukan evalu
EKONOMI
JAKARTA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., bersama Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dewan Perwak
PEMERINTAHAN
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan industri hijau dan keberlanju
NASIONAL
ACEH SINGKIL Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Aceh Singkil meminta seluruh dapur Program Makan Berg
NASIONAL
PARAPAT Plh Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina didampingi Kepala Dinas DPMPTSP Usni Syahzuddin Sinaga menghadiri Pekan Inovasi
PEMERINTAHAN
PARAPAT Pemerintah Provinsi Sumatera Utara resmi membuka Pekan Inovasi dan Investasi Sumut 2026 yang dirangkaikan dengan Pencanangan Sen
PEMERINTAHAN
DELISERDANG Tim Nasional Indonesia U19 harus menghentikan langkahnya di semifinal Piala AFF U19 2026 setelah kalah tipis dari Australi
OLAHRAGA
JAKARTA Aparat keamanan menyiagakan sebanyak 4.151 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi yang digelar sejumlah elemen maha
NASIONAL