Atas Arahan Prabowo, Gerindra Berangkatkan 12 Ribu Perantau Mudik Gratis dari Jakarta ke Sumbar
JAKARTA Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra memberangkatkan sekitar 12.000 warga untuk mengikuti program mudik Lebaran 2026 seca
NASIONAL
YOGYAKARTA — Kedatangan ulama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Cirebon, Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya, ke Istana Negara untuk menemui Presiden Prabowo Subianto memicu reaksi Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto.
Buya Yahya mengajak masyarakat mendoakan Presiden Prabowo Subianto, karena menjadi pemimpin negara bukanlah tugas ringan.
"Yang terpenting doa. Karena jadi presiden tidak gampang, berat. Kita harus banyak mendoakan pemimpin kita, bagaimana mereka bisa sukses dengan menjalankan tugasnya," ujar Buya Yahya usai buka puasa bersama, Kamis (5/3/2026).Baca Juga:
Namun, Tiyo menilai pernyataan Buya Yahya tersebut perlu dikritisi.
Menurutnya, Prabowo sendiri yang berkali-kali menawarkan diri menjadi presiden, sehingga wajar jika rakyat merasa "mengemis suara" untuk mendapatkannya.
Tiyo juga menyinggung aksi kampanye Prabowo pada 2024 lalu yang menggunakan strategi berjoget dengan julukan "gemoy" untuk meraih simpati rakyat.
"Jadi presiden itu berat. Maaf, Buya, sejak awal rakyat tidak pernah meminta Bapak Prabowo jadi presiden. Beliau sendiri yang berkali-kali menawarkan diri sambil ngemis suara rakyat," tulis Tiyo Ardianto melalui akun media sosialnya.
Ia menambahkan, rakyat Indonesia terkenal mudah tersentuh rasa iba, dan hal ini tercermin dalam dukungan yang diberikan meski sebelumnya sempat menolak.
Selain menyoroti proses politik Prabowo, Tiyo juga menyinggung campur tangan politik yang diperlukan untuk memastikan Gibran Rakabuming Raka lolos sebagai calon wakil presiden, yang menurutnya menambah kompleksitas "beban" kepemimpinan.
"Jadi Presiden itu mungkin berat, tapi, ya, lebih berat lagi jadi WNI, to?" tambahnya.
Di sisi lain, Buya Yahya menekankan nilai kebaikan dan kedamaian, terutama di bulan suci Ramadan.
Ia berharap doa masyarakat menjadi energi positif bagi kepemimpinan nasional dan kesejahteraan rakyat.
"Pesan cinta, kita ingin bagaimana Ramadan ini damai dan tenteram. Alhamdulillah, semuanya sudah baik-baik. Ramadan kita jadikan momentum kebaikan, Ramadan damai, Ramadan penuh keindahan," ujarnya.
Kehadiran Buya Yahya dan pernyataan Tiyo Ardianto mencerminkan perbedaan perspektif antara tokoh agama dan mahasiswa dalam menilai dinamika politik nasional, sekaligus menunjukkan pentingnya dialog publik dalam demokrasi.*
(di/ad)
JAKARTA Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra memberangkatkan sekitar 12.000 warga untuk mengikuti program mudik Lebaran 2026 seca
NASIONAL
JAKARTA Harga ponsel pintar iPhone 14 versi reguler kini mengalami penurunan signifikan di pasar Indonesia. Perangkat yang pertama kali
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Satuan Reserse Mobile (Resmob) Badan Reserse Kriminal Polri menindak peredaran sekitar 9 ton daging beku impor yang diduga telah
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pergerakan pasar modal Indonesia selama sepekan terakhir menunjukkan tren pelemahan. Data perdagangan yang dirilis Bursa Efek In
EKONOMI
PALEMBANG Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan instruksi kepada seluruh Kapolda di Indonesia untuk menyiapkan aplikasi Pan
NASIONAL
ACEH TAMIANG Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, Malahayati M. Nasir, bersama Ketua Bidang Sosial Budaya DWP Pusat, Sri Hartanti A
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memberlakukan pembatasan akses media sosial bagi anakanak
SAINS DAN TEKNOLOGI
TAPSEL Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Syahrul M. Pasaribu, mengunjungi warga korban banjir bandang di Dusun Pengkolan, Desa Luat Lomba
PERISTIWA
BANDA ACEH Pemerintah Aceh memastikan proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran terus dilakukan oleh Kementerian Luar Neger
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Ridho Hamdiki (38), seorang ayah dari tiga anak warga Beurawe, Banda Aceh, merasa terpukul setelah anak bungsunya yang berusi
PERISTIWA