SIMALUNGUN – Mantan fungsionaris DPCPDIP Kabupaten Simalungun, Sarmuliadin Sinaga, mempertanyakan mengapa Konfercab (Konferensi Cabang) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Simalungun belum juga digelar, meskipun seluruh DPC di Provinsi Sumatera Utara telah melaksanakan kegiatan tersebut.
Menurut Sarmuliadin, DPCPDIPSimalungun bahkan tercatat sebagai satu-satunya yang belum melaksanakan Konfercab, yang seharusnya sudah selesai tahun 2025 sesuai dengan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Sampai saat ini, Konfercab di Simalungun belum dilaksanakan. Padahal, sesuai instruksi DPP, konfercab DPC harus sudah selesai di tahun 2025. Mengherankan, saat konfercab digelar pada 12-13 Desember 2025 di Samosir, DPD PDIP Sumut tidak turut menggelar konfercab untuk Simalungun," ujar Sarmuliadin Sinaga saat diwawancarai oleh wartawan, Kamis (20/3/2026).
Sarmuliadin menilai ketidakhadiran DPDPDIP dalam pelaksanaan konfercab di Simalungun memunculkan banyak pertanyaan.
Ia bertanya apakah ada masalah internal antara DPDPDIPSumut dengan DPCPDIPSimalungun, ataukah ada intervensi dari oknum tertentu yang menghalangi digelarnya konfercab tersebut.
"Ini menjadi tanda tanya besar bagi kader dan publik di Simalungun. Apakah ada masalah antara DPD dengan DPC? Atau ada intervensi oknum agar konfercab tak digelar sehingga akhirnya habis masa waktu dan ditunjuk PLT?" kata Sarmuliadin dengan penuh kekhawatiran.
Ia menekankan bahwa gelaran konfercab ini penting untuk kelancaran program kerja partai, terutama dalam memperkuat soliditas internal partai di daerah.
"Setelah Hari RayaIdul Fitri, saya berharap konfercab Simalungun bisa segera digelar. Ini penting untuk melancarkan program kerja partai dan meningkatkan soliditas kader di Simalungun. Kita tidak ingin kekosongan kepemimpinan berlarut-larut," ungkap Sarmuliadin.
Sarmuliadin juga mengingatkan bahwa keterlambatan dalam menggelar konfercab justru dapat merugikan partai, terutama Ketua DPDPDIPSumut, Rapidin Simbolon.
Ia mengkhawatirkan hal ini akan memberikan kesan bahwa Rapidin gagal menjalankan program partai dengan baik.
"Jika konfercab tidak segera dilaksanakan, ini bisa merugikan partai, terutama Rapidin Simbolon yang akan dianggap gagal dalam menjalankan program partai di Simalungun. Ini juga bisa menciptakan ketidakpuasan di kalangan kader," tegasnya.*