Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Pergerakan Jokowi bukan hanya memperkuat posisi tawar Gibran, tetapi juga bisa menggeser keseimbangan politik. Itu sebabnya setiap partai akan membaca situasi ini dengan sangat serius," katanya.
Ia menambahkan, dinamika politik menuju 2029 mulai terlihat di internal partai-partai yang saat ini berada dalam koalisi pemerintahan.
Meski masih berada dalam satu koalisi, masing-masing partai dinilai mulai menyiapkan strategi politik jangka panjang sesuai kepentingannya.
"Mereka memang masih berada dalam satu koalisi, tetapi kepentingan politik menuju 2029 mulai berjalan masing-masing. Ibarat tidur dalam satu ranjang, tetapi mimpinya sudah berbeda-beda," ucap Arifki.
Menurut Arifki, politik selalu berkaitan dengan momentum, persepsi, dan posisi tawar.
Ketika satu tokoh politik menunjukkan pengaruh yang semakin besar, tokoh maupun partai lain akan menyesuaikan strategi agar tetap memiliki ruang dalam kontestasi nasional.
Karena itu, ia memperkirakan publik akan semakin sering melihat aktivitas politik para ketua umum partai dan tokoh nasional dalam beberapa tahun ke depan.
"Karena itu, publik akan semakin sering melihat manuver para ketua umum partai dan tokoh nasional sebagai bagian dari konsolidasi menuju Pilpres 2029," tutupnya.* (vo/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.