BREAKING NEWS
Selasa, 04 Agustus 2026

Anas Urbaningrum Soroti Tren Survei Kepuasan Pemerintah, Ini 5 Masukannya untuk Prabowo

gusWedha - Selasa, 04 Agustus 2026 08:26 WIB
Anas Urbaningrum Soroti Tren Survei Kepuasan Pemerintah, Ini 5 Masukannya untuk Prabowo
Politikus Anas Urbaningrum. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Politikus Anas Urbaningrum menyoroti tren penurunan tingkat kepuasan atau approval rating terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui akun media sosial X miliknya, Anas menilai hasil sejumlah survei menunjukkan kecenderungan menurunnya tingkat kepuasan publik sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah.

Dalam unggahan di akun @anasurbaningrum, Anas menyebut penurunan tingkat kepuasan publik terjadi ketika masa pemerintahan belum genap dua tahun, padahal pemerintah memulai dengan modal kepercayaan masyarakat yang tinggi.

"Dari berbagai survei, baik yang dirilis maupun tidak, secara umum approval rating pemerintah turun. Angkanya boleh dibilang cukup mengkhawatirkan. Termasuk jika ditilik dari sudut masa tugas yang belum genap dua tahun. Apalagi dengan modal awal yang sangat tinggi," tulis Anas.

Baca Juga:

Menurut mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu, terdapat sedikitnya lima langkah yang dapat dipertimbangkan pemerintah untuk memperkuat kembali kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan tingkat kepuasan publik.

Masukan pertama adalah mengembalikan fokus pemerintahan pada realisasi janji-janji kampanye yang telah disampaikan kepada masyarakat. Menurutnya, di tengah ruang fiskal yang terbatas, pemerintah sebaiknya memprioritaskan pelaksanaan program yang telah dijanjikan dibanding meluncurkan program-program baru yang bersifat insidental.

Saran kedua, Anas menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi internal pemerintahan agar seluruh jajaran kabinet memiliki irama kerja yang sama di bawah kepemimpinan Presiden.

Selain itu, ia juga menilai komunikasi publik pemerintah perlu diperkuat. Menurutnya, pemerintah sebaiknya lebih banyak membangun narasi positif dan memproduksi informasi yang konstruktif dibanding hanya merespons polemik yang berkembang di ruang publik.

Anas juga mendorong pemerintah meningkatkan kinerja pada sektor-sektor yang langsung dirasakan masyarakat, seperti ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, penciptaan lapangan kerja, pelayanan publik, hingga keamanan.

Menurutnya, keberhasilan pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan berdampak langsung terhadap meningkatnya kepercayaan dan kepuasan publik.

Masukan terakhir yang disampaikan adalah melakukan perampingan struktur kabinet. Ia berpendapat kabinet yang lebih ramping akan mempermudah koordinasi, memperkuat konsolidasi, serta meningkatkan efektivitas kerja pemerintahan.

"Citra kerja keras dan efisiensi pemerintah lebih mudah dibangun jika postur kabinet lebih ramping dan gesit. Kabinet yang terlalu gemuk bisa menciptakan keadaan Presiden berlari kencang dan bekerja sangat keras, tetapi ada sebagian dari keluarga besar kabinet yang hanya bekerja sekadarnya," ujar Anas.

Di akhir pernyataannya, Anas menegaskan lima poin tersebut merupakan masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah agar kinerja pemerintahan semakin baik dan kepercayaan publik kembali meningkat.

"Tentu saran bisa lebih panjang dan detail lagi. Rakyat berharap kinerja pemerintah makin baik dan itu akan terpantul pada angka approval rating yang juga baik atau membaik. Ayo Pak Presiden, bisa!," tutupnya.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Judi Online Belum Mati, PPATK Ungkap Transaksi Turun Rp286 Triliun tapi Modus Pelaku Berubah
Harga Emas Antam Anjlok Rp35 Ribu, Harga 1 Gram Kini Kembali ke Rp2,6 Juta
Harga Emas Antam Kembali Anjlok, Harga Buyback Ikut Turun Hari Ini
Harga Emas Antam Kembali Turun, Cek Daftar Harga Terbaru Senin 20 Juli 2026
Harga Minyak Mentah Indonesia Turun ke US$ 83,45 per Barel, ESDM Ungkap Penyebabnya
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Kini Rp2,633 Juta per Gram
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru