BREAKING NEWS
Minggu, 19 Juli 2026

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun ke US$ 83,45 per Barel, ESDM Ungkap Penyebabnya

Johan - Minggu, 19 Juli 2026 10:51 WIB
Harga Minyak Mentah Indonesia Turun ke US$ 83,45 per Barel, ESDM Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi minyak mentah. (Foto: Alexander Knyazhinsky/Shutterstock)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pemerintah resmi menetapkan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) periode Juni 2026 sebesar US$ 83,45 per barel. Nilai tersebut mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan bulan Mei 2026 yang mencapai US$ 106,56 per barel.

Penetapan harga tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 282.K/MG.03/MEM.M/2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan penurunan harga minyak mentah Indonesia dipengaruhi meredanya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah setelah sebelumnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sempat memicu lonjakan harga minyak dunia.

Baca Juga:

Selain faktor geopolitik, penyesuaian harga juga dipengaruhi kondisi jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz yang mulai kembali stabil. Di sisi lain, peningkatan produksi minyak oleh negara-negara Organization of the Petroleum Exporting Countries Plus (OPEC+) turut memberikan tekanan terhadap harga minyak global.

Faktor lain yang memengaruhi penurunan harga adalah proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia dari International Energy Agency (IEA) yang diperkirakan berada di kisaran 1,1 juta barel per hari, sehingga turut membentuk sentimen pasar energi internasional.

Sejalan dengan itu, harga minyak acuan dunia juga mengalami pelemahan. Minyak jenis Brent ICE tercatat berada di level US$ 84,98 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) Nymex diperdagangkan di kisaran US$ 82,41 per barel.

Pemerintah memperkirakan harga ICP pada Juli 2026 akan bergerak di kisaran US$ 67 hingga US$ 71 per barel. Meski demikian, proyeksi tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan geopolitik global, keseimbangan pasokan dan permintaan, serta kondisi ekonomi dunia.

Kementerian ESDM menegaskan akan terus memantau dinamika pasar energi internasional agar penetapan harga minyak mentah Indonesia tetap mencerminkan kondisi pasar secara transparan dan akuntabel, sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.* (in/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rp972 Miliar Dana TKD Difokuskan Bangun Infrastruktur, Aceh Percepat Pemulihan Pascabencana
Rp240 Triliun Selama 6 Tahun! Pemerintah Siapkan Dana Jumbo untuk Kopdes Merah Putih
Ekonomi Masih Lesu, Pengamat Usul Target Pajak Diturunkan
LAPK: Pertamina Harus Jujur Soal BBM Langka di Medan
Bobby Desak Pertamina Atasi Antrean BBM di Sumut: Masyarakat Butuh Minyak, Bukan Alasan
Ekspor RI ke Peru Tembus USD225 Juta, Pemerintah Bidik Pasar Amerika Latin
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru