BREAKING NEWS
Kamis, 20 Agustus 2026

"Sering Sekali Salah Data," Said Didu Kritik Pidato Prabowo soal Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu

Administrator - Kamis, 20 Agustus 2026 08:33 WIB
"Sering Sekali Salah Data," Said Didu Kritik Pidato Prabowo soal Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal profesi dan upah seorang perempuan bernama Susanah dalam Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal profesi dan upah seorang perempuan bernama Susanah dalam Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026). Said menilai kekeliruan data dalam pidato kenegaraan tersebut perlu menjadi perhatian serius.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Susanah sebagai warga Kabupaten Bogor yang bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram. Pernyataan itu kemudian ramai diperbincangkan publik karena informasi mengenai profesi dan nominal upah tersebut disebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Susanah diketahui bekerja menjahit kain perca. Sementara upah yang diterimanya disebut sekitar Rp700 per kilogram, bukan Rp700 ribu seperti yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya.

Baca Juga:

Kekeliruan tersebut kemudian mendapat sorotan dari Said Didu. Melalui akun X pribadinya, dia mempertanyakan bagaimana informasi yang tidak akurat bisa sampai masuk dalam pidato Presiden.

"Pidato Kenegaraan Presiden @prabowo tanggal 14 Agustus 2026, seakan terhapus dari satu kalimat gaji pengupas bawang Rp700.000 per kilogram," tulis Said, dikutip Kamis (20/8/2026).

Said juga mempertanyakan apakah kesalahan tersebut merupakan kekeliruan penyebutan oleh Presiden atau berasal dari data yang diberikan oleh pihak di lingkungan pemerintahan.

"Kita sangat menyayangkan bahwa Bapak Presiden saat ini sering sekali salah menyampaikan data yang diakui sebagai masukan dari bawahan. Ke depan, hal seperti ini harus dikurangi bahkan dihilangkan," tegasnya.

Menurut Said, kesalahan informasi dalam pidato kenegaraan tidak semestinya dianggap sebagai persoalan sepele. Dia menilai validitas data menjadi bagian penting karena informasi yang disampaikan Presiden memiliki perhatian luas dan dapat memengaruhi persepsi publik.

Meski mengkritik kekeliruan tersebut, Said meminta masyarakat tidak hanya terfokus pada kesalahan penyebutan profesi maupun nominal upah. Dia menilai substansi pidato Presiden mengenai kebijakan dan kepentingan rakyat tetap perlu diperhatikan.

"Tapi kita juga sangat menyayangkan bahwa tidak sedikit tokoh yang habiskan waktu untuk lakukan framing kesalahan (mungkin keseleo lidah) tersebut, menutupi dan tidak membahas substansi lain yang disampaikan oleh Presiden untuk kepentingan rakyat," ujarnya.

Polemik mengenai pernyataan gaji pengupas bawang tersebut akhirnya ikut menyoroti pentingnya akurasi data dalam komunikasi pemerintah. Terlebih, pidato Presiden di forum kenegaraan menjadi salah satu rujukan publik dalam memahami kebijakan dan kondisi masyarakat.

Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian terhadap proses verifikasi data sebelum informasi disampaikan dalam forum resmi kenegaraan. Akurasi angka, profesi maupun identitas masyarakat yang diangkat dalam pidato dinilai penting untuk menjaga kredibilitas informasi pemerintah.* (tm/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tanam Bawang Putih Sambil Terhubung Zoom ke Kapolri, Kapolda Aceh Juga Bagikan 500 Paket Sembako di Takengon
Rumah Susanah Dipasangi Garis Polisi Usai Viral Disebut Prabowo
Semarak HUT ke-81 RI, 38 Stan Bazar Meriahkan Malam Tasyakuran di Sunrise River Bogor
Susanah Disebut Prabowo Berpenghasilan Rp700 Ribu per Kg, Benarkah? Keluarga Ungkap Faktanya
Geger Polemik Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu: Istana Minta Publik Jangan Terjebak 'Gorengan' Algoritma Media Sosial
Terbongakar Prabowo Sebut Susanah Pengupas Bawang, Fakta di Lapangan Ternyata Pekerja Dapur MBG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru