BREAKING NEWS
Minggu, 23 Agustus 2026

Kemesraan Prabowo-Jokowi-Gibran Jadi Sinyal Politik 2029, Pengamat: PDIP Bisa Bangun Poros Alternatif

Raman Krisna - Minggu, 23 Agustus 2026 14:34 WIB
Kemesraan Prabowo-Jokowi-Gibran Jadi Sinyal Politik 2029, Pengamat: PDIP Bisa Bangun Poros Alternatif
Momen akrab antara Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming di sela upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 RI, Istana Merdeka, Senin (17/8/2026). (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai PDI Perjuangan (PDIP) berpeluang membangun poros alternatif jika Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali berpasangan dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2029.

Menurut Efriza, kemesraan Prabowo, Joko Widodo (Jokowi), dan Gibran dalam satu frame pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dapat memengaruhi kalkulasi politik PDIP menjelang Pemilu 2029.

Visualisasi tersebut, kata dia, berpotensi memperkuat persepsi publik bahwa hubungan Prabowo, Jokowi, dan Gibran masih solid.

Baca Juga:

"Visualisasi keakraban Prabowo, Jokowi, Gibran secara tersirat maupun tersurat akan terus menaikkan tensi darah PDI Perjuangan," ungkap Efriza, Minggu, 23 Agustus 2026.

Efriza mengatakan persoalan bagi PDIP bukan hanya posisi duduk Prabowo, Jokowi, dan Gibran yang terlihat sejajar.

Lebih dari itu, terdapat pesan politik yang dapat ditangkap dari visual tersebut.

Menurut dia, tampilnya presiden, wakil presiden, dan presiden sebelumnya secara harmonis dalam satu panggung dapat kembali memunculkan narasi mengenai keberlanjutan kekuasaan menuju 2029.

Meski demikian, Efriza menilai PDIP tidak akan serta-merta membentuk poros tandingan terhadap pemerintahan Prabowo hanya karena momen tersebut.

PDIP diperkirakan masih akan menjalankan posisi sebagai mitra kritis pemerintah sembari memperkuat konsolidasi internal.

Menurut Efriza, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu akan lebih dahulu memperkuat basis elektoral, melakukan konsolidasi internal, membangun hubungan dengan masyarakat, serta menyiapkan alternatif kepemimpinan.

Langkah tersebut, kata dia, belum tentu langsung diwujudkan dalam bentuk poros tandingan secara formal.

Efriza mengatakan, jika ingin membangun poros alternatif untuk Pilpres 2029, PDIP tidak cukup hanya mengandalkan mesin partai.

Partai berlambang banteng moncong putih itu juga perlu menyiapkan dan membidik figur yang memiliki potensi elektoral.

Salah satu nama yang dinilai rasional untuk dipertimbangkan PDIP sebagai calon presiden adalah Pramono Anung.

Efriza menilai pengalaman dan kinerja Pramono sebagai Gubernur DKI Jakarta dapat menjadi modal politik, terutama apabila pembangunan Jakarta terus menunjukkan hasil hingga mendekati Pilpres 2029.

Namun, PDIP dinilai tidak harus membatasi pilihan hanya pada kader internal.

Menurut Efriza, PDIP dapat membuka peluang menggandeng figur eksternal yang mempunyai daya elektoral kuat.

"PDIP akan menghitung bukan sekadar siapa kader dan nonkader yang diusung, melainkan siapa yang mampu menyatukan basis mereka dengan pemilih tradisional, moderat, dan pemilih yang menginginkan perubahan," tukasnya.

Efriza menegaskan kalkulasi tersebut akan semakin penting apabila Prabowo-Gibran benar-benar kembali maju sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2029.

Karena itu, PDIP dinilai perlu mencari pasangan yang mampu memperluas jangkauan pemilih sekaligus memiliki peluang menang dalam kontestasi nasional.

"PDIP harus memilih pasangan berdasarkan kalkulasi kemenangan, bukan semata-mata pertimbangan kader," imbuhnya.

Dengan demikian, dinamika hubungan Prabowo, Jokowi, dan Gibran dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi strategi PDIP menghadapi Pemilu dan Pilpres 2029.

Namun, keputusan mengenai calon maupun pembentukan koalisi tetap akan bergantung pada perkembangan politik dan kalkulasi partai menjelang kontestasi.* (vo/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pengamat Apresiasi Langkah Presiden Evaluasi Birokrasi Aceh, Soroti APBA dan Program Pro-Rakyat
Pengamat Sebut Peluang Gibran Maju Pilpres 2029 Tipis, Kaesang Disebut Bisa Jadi Alternatif
Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi
Gibran, Jokowi hingga Jusuf Kalla Hadiri Akad Nikah Kasespri Prabowo
Harga Emas Antam Naik Rp65 Ribu Sepekan, Kini Rp2,74 Juta per Gram
Dari Tukang Becak hingga Buruh Bangkalan Siap Gelar Aksi Damai di Jakarta: Anak-anak Kami Butuh MBG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru