Medan Siaga Banjir, BPBD Kerahkan 53 Personel Antisipasi Hujan Ekstrem
MEDAN Pemerintah Kota Medan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir menjelang puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung
PEMERINTAHAN
JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP) Kurniawan mengecam pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan adanya "percepatan sejarah" dalam dinamika politik nasional sebelum Pemilu 2029. Kurniawan menilai pernyataan tersebut menimbulkan keresahan di kalangan pendukung Presiden Prabowo Subianto.
Kurniawan mengatakan para pendukung Prabowo kecewa dengan pernyataan Budi Arie. Menurutnya, Prabowo selama ini menunjukkan sikap menghormati Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Budi Arie.
"Tentunya postingan ini sangat mengganggu para pendukung Bapak Prabowo Subianto, di mana selama ini Bapak Prabowo Subianto sangat menghormati, menghargai Pak Jokowi maupun Saudara Budi Arie sendiri," kata Kurniawan, Selasa (25/8/2026).Baca Juga:
Dia menilai respons Budi Arie justru menyakiti perasaan para relawan yang mendukung Prabowo.
"Justru balasan yang mereka sampaikan adalah pernyataan yang menyakitkan hati, menyakitkan perasaan dari kami para pendukung Prabowo Subianto," ujarnya.
Kurniawan menegaskan pergantian kekuasaan melalui pemilu pada 2029 merupakan proses politik yang konstitusional. Dia menyebut pergantian presiden sebelum 2029 harus mengikuti ketentuan konstitusi.
"Tapi kalaupun pergantian presiden dilakukan sebelum 2029, yang jelas itu melanggar konstitusi, ya. Apalagi dilakukan oleh orang-orang yang selama ini dihormati dan dimuliakan oleh Bapak Prabowo Subianto," kata Kurniawan.
Dia memastikan relawan Prabowo akan tetap mendukung dan mengawal pemerintahan Prabowo Subianto.
"Kami seluruh pendukung Prabowo siap pasang badan untuk membela, melindungi, serta menyukseskan program kerja dari Bapak Prabowo Subianto," ungkapnya.
Kurniawan juga menyatakan pihaknya akan merapatkan barisan untuk menyikapi perkembangan politik nasional. Dia bahkan menyebut rencana menggelar apel akbar.
"Saya beserta seluruh pendukung Prabowo akan merapatkan barisan, akan menggelar apel akbar guna mengantisipasi perkembangan politik belakangan ini yang kurang baik-baik saja," katanya.
Pernyataan Budi Arie soal Percepatan Politik
Sebelumnya, Budi Arie menyampaikan analisis mengenai kemungkinan terjadinya akselerasi atau "percepatan sejarah" dalam dinamika politik nasional sebelum 2029. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum bersama Jokowi dan para relawan.
Potongan video pernyataan Budi Arie kemudian beredar di media sosial dan menjadi sorotan. Dalam video tersebut, Budi Arie mengaku melihat kemungkinan situasi politik bergerak lebih cepat dibandingkan siklus pemilu lima tahunan.
"Pak kok insting saya ini lebih cepat dari 2029? Apakah kita mau? Belum tentu kita mau, kita masih ngomong Pemilu 2029, Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?" ujar Budi Arie dalam video tersebut.
Pernyataan itu kemudian menuai berbagai respons politik, termasuk dari kelompok relawan pendukung Prabowo.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Projo Freddy Alex Damanik memberikan klarifikasi. Dia mengatakan video Budi Arie yang beredar di media sosial tidak ditampilkan secara utuh.
"Pertama, video tersebut bukan merupakan video utuh, tetapi sebenarnya sedang memaparkan berbagai kemungkinan," kata Freddy saat dihubungi, Selasa (25/8/2026).
Menurut Freddy, pernyataan Budi Arie disampaikan dalam forum silaturahmi dalam rangka bulan kemerdekaan bersama Jokowi dan para relawan. Forum tersebut juga diisi diskusi internal mengenai kondisi kebangsaan.
Freddy mengatakan pembahasan dalam forum tersebut dimaksudkan untuk memetakan berbagai persoalan sekaligus mencari solusi terhadap tantangan yang dihadapi bangsa.
Dengan demikian, polemik mengenai pernyataan "percepatan sejarah" sebelum 2029 kini mendapat respons dari kelompok relawan Prabowo, sementara Projo menegaskan pernyataan tersebut perlu dilihat dalam konteks video dan forum secara utuh.* (in/dh)
MEDAN Pemerintah Kota Medan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir menjelang puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung
PEMERINTAHAN
MEDAN Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, mengapresiasi dukungan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution terhadap pengembangan
OLAHRAGA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dipe
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual dari Command Center, Kanto
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong perubahan strategi penanggulangan kemiskinan di Kota Medan. Pemerintah tidak cu
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan mulai mengembangkan Pasar Petisah melalui pembangunan Block Petisah, sebuah kawasan pasar kreatif yang mengg
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas mengancam akan memecat oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan yang terbukti terlibat dalam dugaan k
PEMERINTAHAN
LANGKAT Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Senin, 12 Oktober 2026. Di Kabupaten
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat akses pelayanan hukum hingga tingkat desa dan kelurahan melalui pening
PEMERINTAHAN
MEDAN Polrestabes Medan menangkap empat pria yang diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan atau begal di sejumlah wilayah Sum
HUKUM DAN KRIMINAL