BREAKING NEWS
Kamis, 27 Agustus 2026

Pigai Tantang Budi Arie Bertarung Fair di Pemilu 2029: Kami Juga Petarung!

Dharma - Rabu, 26 Agustus 2026 10:49 WIB
Pigai Tantang Budi Arie Bertarung Fair di Pemilu 2029: Kami Juga Petarung!
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai dan mantan Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengajak mantan Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi untuk bertarung secara adil dalam kontestasi politik Pemilu 2029.

Ajakan itu disampaikan Pigai melalui akun X miliknya pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Pigai mengingat kembali momen ketika dirinya pernah duduk bersama Budi Arie dalam acara pernikahan anak seorang menteri.

Baca Juga:

Pigai mengatakan saat itu sejumlah menteri justru menjauh dari Budi Arie.

Namun, dia memilih duduk di samping Budi Arie karena memahami situasi yang sedang dihadapinya.

"Ingat mas Budi Arie. Ingat saya. Saat kita duduk waktu perkawinan anak seorang menteri. Semua menteri menjauh darimu. Saya Natalius memutuskan duduk di sampingmu," tulis Pigai dalam akun X @NataliusPigai2, Rabu, 26 Agustus 2026.

Pigai mengatakan dirinya merupakan pembela kemanusiaan sehingga memilih menunjukkan sikap tersebut.

Dia kemudian menyampaikan bahwa jika dirinya dan Budi Arie harus berhadapan dalam kontestasi politik, pertarungan harus dilakukan secara fair.

"Kalau mau bertarung nanti kita bertarung fair. Anda sering menang pemilu, kami sering kalah pemilu. Tapi tidak masalah. Kami juga petarung," tulisnya.

Pigai menyebut Pemilu 2029 dapat menjadi momentum bagi dirinya dan Budi Arie untuk bertarung secara demokratis.

Dia juga menegaskan siap menerima apa pun hasil dari kontestasi tersebut.

"Siapkan saja 2029 kita akan bertarung fair. Siapapun menang bagi kami hilang kekuasaan itu biasa," ujarnya.

Menurut Pigai, kekuasaan bukanlah tujuan utama dalam perjuangan politik. Dia menyebut dirinya bersama kelompoknya merupakan pejuang demokrasi.

"Tetapi kami adalah pejuang demokrasi dan jangan ganggu pemerintah sebelum 2029," tulis Pigai.

Dia juga mengajak seluruh pihak untuk memusatkan perhatian pada pembangunan Indonesia hingga pelaksanaan Pemilu 2029.

"Biar kita sama-sama memikirkan bangun rakyat Indonesia secara totalitas demi merah putih," tutup Pigai.

Pernyataan Pigai muncul setelah Budi Arie Setiadi sebelumnya menyinggung kemungkinan terjadinya "percepatan sejarah" dalam dinamika politik Indonesia.

Budi Arie menyampaikan hal tersebut saat berada di samping Presiden ke-7 Joko Widodo.

Dia mengatakan kondisi sosial masyarakat saat ini menunjukkan sejumlah anomali yang menurutnya perlu diperhatikan.

Budi Arie bahkan mengaku memiliki insting bahwa perubahan politik dapat terjadi lebih cepat dari Pemilu 2029.

"Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi. Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari '29 Pak. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong pemilu '29, pemilu '29. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?" ucap Budi.

Budi kemudian menyinggung berbagai fenomena sosial yang menurutnya dapat menjadi tanda terjadinya "patahan sejarah".

"Dan maksud saya begini loh, saya pengalaman dengan gerak sejarah ini ada yang abnormal di masyarakat saat ini. Ini demo Pati, Madura demo lagi, ikut tandingan. Ah ini udah kayak Pam Swakarsa di '98 ini. Pasti kalah yang preman, cuman maksud saya terjadi anomali-anomali variabel di masyarakat yang membuat kita tidak hanya sekadar memikirkan skenario-skenario konvensional, langkah-langkah, tahapan-tahapan yang sebagaimana mestinya," katanya.

Menurut Budi Arie, situasi sosial dan ekonomi saat ini berpotensi menjadi faktor yang mempercepat perubahan politik.

"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadinya yang namanya patahan sejarah. Bagaimana tahun '97 tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan nggak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," kata Budi.

Dia mengatakan pengalamannya sebagai aktivis membuat dirinya melihat kemungkinan adanya perubahan yang berlangsung lebih cepat dari perkiraan.

"Saya, insting aktivis saya mengatakan ini ada sesuatu yang lebih cepat dari yang kita bayangkan. Karena itu saya coba mau membuka wacana aja ke temen-temen supaya berpikir jangan hanya sekadar berpikir '29, harus ada pikiran lain alternatif manakala terjadi percepatan sejarah," lanjutnya.

Pernyataan Budi Arie tersebut kemudian menjadi bagian dari dinamika politik menjelang Pemilu 2029.

Sementara Pigai memilih menegaskan pentingnya pertarungan politik yang fair dan demokratis.* (di/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PSI Tegaskan Budi Arie Bukan Kader: Bukan Bagian dari PSI, Titik!
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.689, tapi Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini
IHSG Anjlok di Awal Perdagangan, Turun 1,06 Persen ke Level 6.432
Kadis LH Deli Serdang Dua Kali Mangkir Rapat DPRD, Wakil Ketua Banggar: “Melecehkan DPRD”
Siapa yang Bertanggungjawab Saat MBG Jadi Racun?
Pj Sekdaprov Sumut Ajak Generasi Muda Jadikan Maulid Nabi Momentum Kolaborasi Membangun Daerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru