BREAKING NEWS
Sabtu, 29 Agustus 2026

Anti 'One Man Show' Demokrat Sumut Pasang Standar Tinggi: Calon Ketua Wajib Bersih Hukum dan Pandai Merangkul

Abyadi Siregar - Jumat, 28 Agustus 2026 23:14 WIB
Anti 'One Man Show' Demokrat Sumut Pasang Standar Tinggi: Calon Ketua Wajib Bersih Hukum dan Pandai Merangkul
Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Partai Demokrat Sumatera Utara H Armyn Simatupang. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Partai Demokrat Sumatera Utara H Armyn Simatupang menyebut calon Ketua DPD Demokrat Sumut harus memiliki kemampuan merangkul kader, membangun kebersamaan, serta memiliki rekam jejak yang baik.

Menurut Armyn, sosok yang nantinya memimpin Demokrat Sumut juga harus terbuka, mau turun ke bawah untuk menyerap aspirasi kader, serta melibatkan pengurus dalam menjalankan roda organisasi.

"Calon ketua harus mampu merangkul, membangun kebersamaan, terbuka, mau turun ke bawah menjemput aspirasi kader serta melibatkan pengurus dalam setiap gerak organisasi, bukan one man show," kata Armyn saat berdiskusi dengan wartawan di House of Brew, Jalan HM Jhoni, Medan, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga:

Armyn juga menilai calon Ketua DPD Demokrat Sumut perlu memiliki rekam jejak yang bersih dari persoalan hukum. Menurutnya, hal itu penting agar partai tidak menghadapi persoalan yang berpotensi mengganggu jalannya organisasi.

"Selain itu harus bersih, terlepas dari berbagai dugaan catatan hukum agar partai tidak tersandera dan sewaktu-waktu bisa menjadi sasaran tembak," ujarnya.

Armyn mengatakan Partai Demokrat saat ini tengah menapaki jalan menuju kebangkitan seperti pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia menyebut diperlukan semangat kebersamaan, kekompakan, dan kegotongroyongan dari seluruh kader, simpatisan, serta pengurus di berbagai tingkatan untuk mencapai target tersebut.

Menurut Armyn, Demokrat memiliki dua misi besar pada Pemilu 2029. Pertama, mengantarkan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kontestasi Pilpres. Kedua, mengembalikan kejayaan Demokrat dalam pemilihan legislatif, baik DPR RI maupun DPRD provinsi serta kabupaten/kota.

"Di 2029 ada dua misi besar yakni mengantarkan Ketum AHY di Pilpres dan mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Pemilihan Legislatif, baik DPR RI, DPRD Provinsi maupun Kabupaten serta Kota," kata Armyn.

Armyn menilai masuknya Partai Demokrat dalam koalisi pemerintahan serta kinerja sejumlah kader Demokrat di pemerintahan memberikan dampak terhadap tingkat kepercayaan publik kepada partai.

Dia juga menyoroti karakter kepemimpinan AHY yang dinilainya memiliki kemiripan dengan SBY, terutama dalam hal ketenangan, kecerdasan, dan ketepatan dalam bekerja.

Menurut Armyn, citra tersebut menjadi modal penting bagi Demokrat untuk kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat.

"Karakter kepemimpinan AHY yang dinilai beririsan dengan SBY sangat menonjol terutama perihal ketenangan, kecerdasan serta keakuratan kerja," ujarnya.

Armyn mengatakan meningkatnya kepercayaan publik juga terlihat dari antusiasme sejumlah tokoh yang bergabung dengan Partai Demokrat.Armyn menyebut Sumatera Utara memiliki posisi penting dalam upaya Demokrat mengembalikan kejayaan partai.

Menurutnya, sebagai salah satu barometer politik nasional, tanda-tanda kebangkitan Demokrat harus mulai terlihat di Sumatera Utara.Dia berharap semakin banyak tokoh masyarakat, ulama, tokoh pemuda, aktivis perempuan, dan berbagai elemen masyarakat menunjukkan ketertarikan serta bergabung dengan Partai Demokrat.

Baca Juga:

"Misalnya, sudah harus mulai terlihat antusias tokoh masyarakat, ulama, tokoh pemuda, aktivis kaum perempuan dan elemen lainnya yang melirik serta membicarakan Partai Demokrat. Sebahagian sudah harus dipublikasikan bergabung," tegasnya.

Armyn juga mengingatkan agar pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab) Demokrat se-Sumatera Utara dilakukan secara objektif dan terukur.

Dia meminta peserta Musda dan Muscab tidak hanya mempertimbangkan kepentingan individu atau kelompok dalam menentukan figur pimpinan.

"Peserta Musda dan Muscab harus memiliki landasan berpikir untuk masa depan partai, bukan masa depan individu calon yang didukungnya," katanya.

Armyn optimistis Musda dan Muscab Demokrat se-Sumut dapat berlangsung lancar dan kondusif dengan tetap mengakomodasi suara dari kader di tingkat bawah.

Dia menilai DPP Partai Demokrat memiliki instrumen untuk mengevaluasi kinerja pengurus DPD maupun DPC selama lima tahun terakhir.

"DPP dipastikan memiliki instrumen yang cukup untuk mendeteksi dan mengevaluasi DPD Demokrat Sumut maupun DPC Kabupaten/Kota berdasar rekam jejak lima tahun ini. Tentu objektivitas akan dijadikan landasan oleh DPP dalam memutuskan," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai figur yang dianggap ideal memimpin DPD Demokrat Sumut, Armyn belum menyebutkan nama.

Namun, dia mengatakan terdapat sejumlah figur yang dinilai memiliki kemampuan untuk membawa Demokrat Sumut kembali meraih kejayaan.

Menurut Armyn, figur tersebut disebut telah memperoleh sambutan positif dari sejumlah pengurus DPC, DPD, hingga DPP.

Baca Juga:

" Ada sejumlah figur yang dinilai sangat pas untuk mengkomandoi DPD membawa Demokrat kembali meraih kejayaannya di Sumatera Utara," pungkasnya.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jokowi Bantah Isu Jadi Wantimpres Prabowo, Tegas Pilih Tinggal di Solo
Di Tengah Isu Reshuffle Kabinet Prabowo, Nama Jokowi Muncul Sebagai Calon Anggota Wantimpres
RUU Kementerian Negara dan RUU Wantimpres Akan Disahkan dalam Rapat Paripurna Kamis Mendatang
PDIP Menolak Jokowi Sebagai Anggota Wantimpres? Hasto Kristiyanto Menilai Sosok yang Tepat Harus Utamakan Kepentingan Bangsa
Jokowi Dinilai Layak Menjadi Wantimpres di Pemerintahan Prabowo Subianto, Menkominfo Budi Arie Setiadi Berikan Pandangan
Pembahasan Revisi RUU Dewan Pertimbangan Presiden Dimulai di DPR
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru