BREAKING NEWS
Minggu, 06 September 2026

Jokowi: Pemimpin Tak Cukup Paham Strategi dan Kekuasaan, Tapi Harus Mengerti Rakyat

Adelia Syafitri - Minggu, 06 September 2026 09:58 WIB
Jokowi: Pemimpin Tak Cukup Paham Strategi dan Kekuasaan, Tapi Harus Mengerti Rakyat
Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi saat menghadiri gala dinner pembukaan Penang Peace Dialogue atau Dialog Perdamaian Penang di George Town, Pulau Pinang, Malaysia, Sabtu, 5 September 2026. (foto: PN Images/JohnShenL)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi mengatakan seorang pemimpin tidak cukup hanya memahami strategi dan kekuasaan.

Menurut dia, pemimpin juga harus mampu memahami rakyat yang dipimpinnya untuk menciptakan perdamaian.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri gala dinner pembukaan Penang Peace Dialogue atau Dialog Perdamaian Penang di George Town, Pulau Pinang, Malaysia, Sabtu, 5 September 2026.

Baca Juga:

"Dalam situasi seperti ini, peran para pemimpin menjadi sangat penting. Seorang pemimpin bukan hanya seseorang yang memahami strategi dan kekuasaan, tetapi seseorang yang benar-benar memahami rakyatnya," kata Jokowi di Penang .

Jokowi mengatakan pemimpin harus bersedia mendengarkan rakyat, merasakan kekhawatiran yang mereka hadapi, memahami berbagai persoalan, serta bekerja untuk masa depan rakyat.

Menurut Jokowi, terciptanya perdamaian tidak hanya bergantung pada pemimpin.

Rakyat juga memiliki peran penting dalam membangun hubungan yang saling memahami antara masyarakat dan pemimpin.

"Namun, itu saja tidak cukup, karena rakyat juga memiliki peran penting," kata Jokowi.

Dia mengatakan rakyat yang kuat bukan hanya masyarakat yang mampu menyampaikan tuntutan kepada pemimpinnya.

Rakyat juga perlu memahami arah kebijakan serta tantangan yang dihadapi para pemimpin.

Menurut Jokowi, pemahaman tersebut dapat menumbuhkan semangat di tengah masyarakat. Ketika kepercayaan muncul, dukungan kepada pemimpin juga akan mengikuti.

"Dan ketika pemimpin dan rakyat benar-benar saling memahami, di situlah fondasi perdamaian terbentuk," ujar Jokowi.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
AHY: Hukum Tak Boleh Berubah karena Nama, Jabatan, Kekayaan, atau Kedekatan dengan Kekuasaan
Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN, Ini yang Dibahas
AHY: Kekuasaan Bukan Milik Seseorang Selamanya, Hak Rakyat Jangan Dihalangi
Bicara Pergantian Kekuasaan yang Damai, AHY: Belajar dari 10 Tahun Pemerintahan SBY
Jokowi dan Politik Perhatian
Sempat Nyanyi Bareng di Solo, Kemlu Tegaskan Xanana Gusmao Tak Ada Agenda Temui Prabowo
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru