BREAKING NEWS
Kamis, 15 Oktober 2026

Daftar 10 Menteri dengan Nilai Terendah Versi Survei Arawicaksa, Bahlil di Urutan Pertama dengan Skor 1,2 dari 10

Adelia Syafitri - Selasa, 13 Oktober 2026 18:20 WIB
Daftar 10 Menteri dengan Nilai Terendah Versi Survei Arawicaksa, Bahlil di Urutan Pertama dengan Skor 1,2 dari 10
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (foto: ESDM/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempati posisi terbawah dalam daftar menteri dengan penilaian terendah di Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan survei Arawicaksa Institute, Bahlil memperoleh skor rata-rata 1,2 dari skala 0–10.

Selain Bahlil, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid juga masuk dalam daftar menteri dengan skor rendah.

Baca Juga:

Hasil survei ini menjadi salah satu catatan evaluasi terhadap kinerja para menteri menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto.

Sejumlah persoalan kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah disebut turut memengaruhi penilaian publik.

Peneliti senior Arawicaksa Institute, Rudi Hartono, mengatakan penilaian masyarakat terhadap para menteri dipengaruhi berbagai persoalan yang berkembang selama pemerintahan berjalan.

Menurut Rudi, salah satu persoalan yang menjadi perhatian publik terhadap Kementerian ESDM adalah dinamika harga bahan bakar minyak (BBM).

Pemerintah berhasil menahan kenaikan harga BBM bersubsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Namun, kenaikan harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax, turut mendorong sebagian konsumen beralih ke Pertalite.

Kondisi tersebut disebut memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Meskipun pemerintah berhasil menahan kenaikan harga BBM bersubsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia sebagai dampak konflik geopolitik di Timur Tengah, naiknya harga BBM non-subsidi seperti Pertamax mendorong terjadi migrasi konsumen ke Pertalite dan menimbulkan antrean panjang di berbagai SPBU," jelas Rudi dalam keterangannya, Selasa, 13 Oktober 2026.

Selain Bahlil, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto memperoleh skor 1,3. Rudi mengatakan berbagai kabar mengenai pelaksanaan program Koperasi Desa perlu menjadi perhatian pemerintah.

"Berbagai kabar miring terhadap pelaksanaan program Kopdes perlu mendapat perhatian, supaya target mendorong ekosistem perekonomian desa bisa berjalan lebih baik dan mendapat penerimaan publik," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memperoleh skor 1,5. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mendapat skor 1,6.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid berada di posisi berikutnya dengan skor rata-rata 1,8.

Menurut Rudi, penilaian terhadap Nusron antara lain berkaitan dengan sorotan publik terhadap kasus dugaan suap yang menyeret sejumlah petinggi kementerian, politikus, dan pengusaha properti.

Nama Nusron juga disebut dalam perkara dugaan korupsi kuota haji yang masih menjalani proses persidangan.

Penyebutan nama seseorang dalam suatu perkara tidak serta-merta membuktikan keterlibatan atau kesalahannya.

Penilaian tersebut merupakan bagian dari temuan survei dan penjelasan peneliti mengenai isu yang menjadi perhatian publik.

Daftar 10 Menteri dengan Skor Terendah

Berikut daftar 10 menteri dengan skor rata-rata terendah berdasarkan survei Arawicaksa Institute:

- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: 1,2
- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto: 1,3
- Menteri HAM Natalius Pigai: 1,5
- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait: 1,6
- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid: 1,8
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana: 2,0
- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono: 2,1
- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini: 2,2
- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli: 2,2
- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo: 2,3


Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto, evaluasi terhadap kinerja para menteri kembali menjadi sorotan, seiring dengan perombakan atau reshuffle kabinet yang dilakukan pemerintah.

Rudi menegaskan, evaluasi perlu dilakukan secara objektif untuk mendukung keberhasilan program pemerintah ke depan, dengan tetap mempertimbangkan dinamika dukungan politik.

Survei Arawicaksa Institute dilaksanakan pada 3–8 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan metode multistage random sampling, yakni pengambilan sampel secara bertahap berdasarkan sejumlah tingkatan.

Survei tersebut memiliki margin of error atau batas kesalahan sebesar ±2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei ini menggambarkan penilaian responden dalam periode penelitian.

Skor yang diperoleh tidak dengan sendirinya menjadi kesimpulan mutlak mengenai kinerja setiap menteri.* (di//ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Desakan Mundur Menguat, Ini Respons Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
Bupati Asahan Dukung Jaksa Sahabat Pendidik, Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah
Bukan Sekadar Seremonial! Pemdes Bogak Kawal Warga Jalani Pengobatan hingga Rehabilitasi ke BNN Batu Bara
Bupati Labusel Buka TMMD ke-130, Percepat Pembangunan Desa dan Kesejahteraan Warga
Wabup Rianto Ajak Generasi Muda Asahan Jadi Garda Terdepan Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Tak Cuma Andalkan Hujan! Prabowo Kumpulkan Profesor Hingga Patok 70 Ribu Polisi Hutan Atasi Karhutla
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru