
Pemkot Medan Tunda Car Free Night Akibat Aksi Unjuk Rasa
MEDAN Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara, resmi menunda sementara kegiatan Car Free Night (CFN) yang dijadwalkan pada Sabtu
Pariwisatabitvonline.com-Seiring dengan berkembangnya teknologi otomotif, mobil modern kini lebih banyak mengadopsi logam aluminium sebagai bahan baku pembuatan blok mesin. Hal ini berbeda dengan mobil-mobil zaman dulu yang menggunakan besi sebagai material utama.
Peralihan pemilihan bahan ini tentu tidak tanpa alasan, dan dalam diskusi mengenai kelebihan dan kekurangan antara kedua bahan ini, Mahfud, pemilik bengkel mobil GK Auto Service Gunung Kidul, memberikan pandangannya.
Mahfud menjelaskan bahwa mesin berbahan aluminium lebih sesuai dengan tuntutan pasar mobil modern yang mengutamakan efisiensi bahan bakar dan performa yang lebih baik tanpa perlu pemanasan terlebih dahulu.
"Melihat dari tujuannya, mesin berbahan aluminium lebih mengejar tuntutan pasar, yakni mobil hemat BBM, tak perlu dipanasi sebelum digunakan, itu berbeda dengan mobil zaman dulu yang masih pakai mesin berbahan besi," ucap Mahfud.
Salah satu keuntungan utama dari mesin berbahan aluminium adalah bobotnya yang lebih ringan dibandingkan besi. Hal ini membantu mengurangi bobot keseluruhan kendaraan, sehingga mesin tidak perlu bekerja terlalu keras.
"Dengan bobot yang lebih ringan, mesin tidak perlu bekerja terlalu keras, sehingga konsumsi BBM lebih efisien, dampaknya, mobil lebih irit bahan bakar, akselerasi lebih baik," lanjut Mahfud.
Aluminium juga memiliki konduktivitas termal yang lebih tinggi daripada besi, yang memungkinkan mesin lebih cepat mencapai suhu kerja dan membuang panas lebih cepat, menjaga kestabilan suhu mesin.
Namun, Mahfud mengingatkan bahwa aluminium lebih rentan terhadap pemuaian akibat suhu tinggi. Jika tidak dirawat dengan baik, mesin berbahan aluminium bisa mengalami keausan lebih cepat.
Di sisi lain, Mahfud juga menyebutkan bahwa aluminium tidak sekuat besi dalam menahan benturan atau tekanan tinggi. Hal ini membuat blok mesin berbahan aluminium lebih mudah retak dan pecah dalam kondisi ekstrem.
"Mesin aluminium cocok untuk mobil modern yang mengutamakan efisiensi bahan bakar, emisi rendah, dan bobot ringan, sementara mesin besi lebih cocok untuk kendaraan berat, karena lebih kuat dan tahan lama," tutup Mahfud.
Dengan pertimbangan tersebut, pilihan bahan mesin tentu tergantung pada jenis kendaraan dan kebutuhan pengemudi, apakah mengutamakan efisiensi atau kekuatan dan ketahanan.
(km/n14)
MEDAN Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara, resmi menunda sementara kegiatan Car Free Night (CFN) yang dijadwalkan pada Sabtu
PariwisataSIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menyalurkan lebih dari 69 ton beras premium kepada masyarakat yang tersebar di 32 keca
EkonomiTANGERANG Stand Kabupaten Simalungun mencuri perhatian pengunjung di ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025 yang digelar di Indonesia Conven
EkonomiJAKARTA Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengingatkan bahwa aksi demonstrasi yang memanas da
EkonomiBOGOR Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara soal desakan agar dirinya mundur dari jabatannya, pasca insiden tewasnya pengemu
NasionalKARANGSAEM Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, kembali menekankan pentin
PemerintahanTAPSEL Masyarakat Kecamatan Sayurmatinggi, Tapanuli Selatan, tengah dihebohkan dengan insiden pelemparan mobil ambulance milik Puskesmas S
PeristiwaDENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa Bali tidak akan mentoleransi perilaku warga negara asing (WNA) yang melanggar atura
PemerintahanBLITAR Pemerintah Kota Blitar bersama jajaran Forkopimda Kota Blitar mengikuti Zoom Meeting Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak SeIndones
BeritaJAKARTA Masyarakat dihebohkan dengan isu yang beredar di media sosial mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diklaim mengandung
Ekonomi