Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad dalam konferensi pers di Kemenpora, Jakarta Pusat, Jumat (11/7/2025). (foto: tangkapan layar ig raffinagita1717)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menyoroti minimnya kontribusi pengembang gim lokal dalam pangsa pasar nasional.
Meski Indonesia tercatat sebagai pasar gim terbesar di Asia Tenggara dengan nilai mencapai Rp30 triliun, pengembang lokal hanya menguasai sekitar 2,5% dari nilai tersebut.
Hal itu disampaikan Raffi dalam konferensi pers di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta Pusat, Jumat (11/7/2025).
Ia menilai potensi pasar domestik sangat besar dan seharusnya bisa lebih dimanfaatkan oleh talenta dan pelaku industri kreatif dalam negeri.
"Nilai pasar industri game di Indonesia mencapai Rp30 triliun, tertinggi di Asia Tenggara dan peringkat ke-15 dunia. Tapi sayangnya, pengembang lokal baru menikmati sekitar 2,5% dari total nilai itu," ujar Raffi Ahmad.
Raffi menambahkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pemain gim daring terbanyak di dunia.
Dengan dominasi generasi muda yang akrab dengan dunia digital, Indonesia disebut memiliki potensi besar tidak hanya dari sisi pengguna, tetapi juga pencipta konten dan pengembang gim.
"Kita ini salah satu dari tiga besar negara dengan jumlah gamer terbanyak di dunia. Ini harus jadi kekuatan ekonomi digital," ungkapnya.
Berdasarkan data dari Asosiasi Game Indonesia (AGI), nilai pasar gim global saat ini telah melampaui USD180 miliar, atau lebih dari dua kali lipat gabungan nilai industri film dan musik.
Hal ini dinilai sebagai peluang besar yang harus dimanfaatkan secara strategis oleh pemerintah dan sektor swasta.
Melihat potensi yang belum tergarap optimal, Raffi mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan strategi percepatan pengembangan ekosistem gim nasional, dari hulu hingga ke hilir.
Langkah ini mencakup dukungan terhadap pengembang lokal, pembinaan atlet e-sport, serta pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung industri.