BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

15 Pekerjaan Ini Terancam Hilang pada 2030, AI Ambil Alih Peran Manusia?

Adelia Syafitri - Rabu, 30 Juli 2025 08:47 WIB
15 Pekerjaan Ini Terancam Hilang pada 2030, AI Ambil Alih Peran Manusia?
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi digital membawa dampak besar terhadap lanskap ketenagakerjaan global.

Laporan Future of Jobs 2025 yang dirilis World Economic Forum (WEF) mengungkap bahwa sejumlah jenis pekerjaan akan mengalami penurunan signifikan dalam lima tahun ke depan, terutama di sektor administratif.

Laporan tersebut merupakan hasil survei terhadap lebih dari 1.000 perusahaan global yang mewakili lebih dari 14 juta pekerja di seluruh dunia.

Baca Juga:

Dari temuan yang disampaikan, terdapat 15 pekerjaan yang diprediksi akan mengalami penurunan paling tajam akibat pengaruh AI pada periode 2025–2030.

Pekerjaan yang diprediksi mengalami penurunan terbesar adalah petugas pelayanan pos, dengan proyeksi penurunan hingga 40 persen.

Baca Juga:

Disusul oleh teller bank (-35%), petugas entri data (-34%), serta asisten administrasi dan sekretaris eksekutif, yang seluruhnya mengalami penurunan lebih dari 30 persen.

"Pekerjaan-pekerjaan ini rentan tergantikan karena prosesnya dapat diotomatisasi dengan teknologi digital yang lebih efisien, cepat, dan akurat," ungkap laporan WEF.

Tak hanya sektor administratif, peran di bidang ritel dan layanan pelanggan seperti kasir, petugas tiket, serta penerima tamu juga mengalami penurunan akibat adopsi teknologi seperti self-checkout dan transaksi digital otomatis.

Meski demikian, adopsi AI tidak selalu berjalan mulus.

Beberapa eksperimen menunjukkan bahwa sistem belum sepenuhnya mampu menggantikan manusia.

Misalnya, sistem kasir otomatis Just Walk Out milik Amazon ternyata masih bergantung pada ribuan pekerja manusia di India untuk memverifikasi transaksi.

Di sektor makanan cepat saji, McDonald's bahkan menghentikan uji coba pemesanan berbasis AI karena sistem kesulitan mengenali pesanan kompleks.

Editor
: Paul Antonio Hutapea
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Google Luncurkan Fitur Baru di Docs, Kini Bisa Ubah Dokumen Menjadi Audio dengan Gemini AI
Sering Gunakan ChatGPT? Ternyata Ini Sumber Utama Jawabannya
Elon Musk Gugat Apple dan OpenAI atas Dugaan Monopoli Persaingan AI di Amerika Serikat
Meta Resmi Jalin Kerja Sama dengan Midjourney untuk Perkuat Teknologi Visual AI
Meta Lakukan Restrukturisasi AI untuk Keempat Kalinya, Fokus Kembangkan Superintelligence Labs
YouTube Aktifkan Fitur Keamanan Usia Otomatis Berbasis AI, Ini Penjelasannya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru