Melalui integrasi API, pengguna Perplexity kini dapat mengakses koleksi gambar berlisensi Getty secara langsung, lengkap dengan atribusi yang benar.
Selain itu, setiap gambar akan menampilkan kredit dan tautan sumber, memastikan penggunaan konten sesuai dengan ketentuan lisensi.
Kesepakatan ini mencerminkan tren kerja sama lisensi antara perusahaan AI dan platform digital besar, yang bertujuan menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus melindungi hak kekayaan intelektual.
Langkah tersebut juga muncul di tengah meningkatnya pengawasan terkait penggunaan konten berhak cipta oleh perusahaan AI, yang sempat memicu sejumlah gugatan hukum.
Getty sebelumnya menggugat Stability AI karena dugaan pengambilan gambar tanpa izin.
Perplexity sendiri menghadapi tuntutan dari penerbit besar, termasuk Nikkei dan Asahi Shimbun asal Jepang.
Sebagai respons, Perplexity memperkenalkan model berbagi pendapatan dan membangun kemitraan resmi dengan media ternama seperti TIME dan Der Spiegel.
Menurut Mark Lemley, Direktur Program Hukum, Sains, dan Teknologi di Universitas Stanford, kesepakatan lisensi dengan perusahaan AI memiliki risiko dan peluang tersendiri.
"Perusahaan AI akan berakhir dengan membayar entitas seperti Getty yang memiliki koleksi konten berkualitas tinggi. Namun, model lisensi ini tidak bisa diterapkan untuk semua konten di internet, karena pelatihan AI membutuhkan terlalu banyak sumber data," ujar Lemley.
Kesepakatan ini juga selaras dengan upaya Getty mendukung kreativitas berbasis AI, menyediakan cara aman bagi pengguna untuk menghasilkan visual menggunakan konten berlisensi dalam alat generatif AI.*
(vo/a008)
Editor
: Raman Krisna
Perplexity Gandeng Getty Images, Akses Koleksi Visual Berlisensi Kini Lebih Mudah