Rayakan HUT RI ke-81, Kapolres Aceh Selatan Salurkan Kursi Roda untuk Anak Disabilitas
ACEH SELATAN Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah menyerahkan bantuan kursi roda kepada Ikram, bocah berusia 7 tahun penderit
NASIONAL
JAKARTA – Hajar Aswad, batu hitam yang terpasang di sudut tenggara Ka'bah, kembali menjadi perhatian setelah sejumlah kajian ilmiah menyebutkan bahwa batu tersebut diduga bukan berasal dari bumi.
Temuan ilmuwan ini menarik karena beririsan dengan keyakinan umat Islam yang menyebut Hajar Aswad sebagai batu yang berasal dari surga.
Baca Juga:Dalam tradisi Islam, Hajar Aswad diyakini diturunkan dari langit dan diberikan kepada Nabi Ibrahim AS oleh Malaikat Jibril saat pembangunan Ka'bah.
Sejumlah hadits menyebutkan batu tersebut awalnya berwarna putih, sebelum berubah menjadi hitam seiring perjalanan waktu.
Dari sudut pandang ilmiah, penelitian yang dilakukan Elsebeth Thomsen dari University of Copenhagen mengaitkan Hajar Aswad dengan fenomena meteorit.
Dalam studinya berjudul New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka'ba, Thomsen menyebut Hajar Aswad memiliki karakteristik serupa dengan kaca impaksi—material yang terbentuk akibat hantaman meteorit besar ke permukaan bumi.
Thomsen juga menghubungkan Hajar Aswad dengan Kawah Wabar di gurun Rub' al Khali, Arab Saudi.
Kawah tersebut diketahui memiliki material kaca hasil lelehan pasir silika yang berwarna hitam mengkilap di bagian luar, namun putih dan berpori di bagian dalam.
Ciri fisik ini disebut memiliki kemiripan dengan struktur Hajar Aswad, yang saat ini tersusun dari beberapa fragmen kecil dan dibingkai perak.
Sejumlah penelitian lain menyebutkan bahwa material tersebut memiliki kepadatan rendah dan dapat mengapung di air, sifat yang jarang ditemukan pada batuan bumi, namun umum pada kaca impaksi yang terbentuk dari peristiwa kosmik.
Thomsen memperkirakan usia material dari Kawah Wabar sekitar 6.400 tahun dan mengajukan hipotesis bahwa batu tersebut kemungkinan dibawa ke Makkah oleh kafilah kuno yang melintasi jalur perdagangan wilayah tersebut.
Meski sains mencoba menjelaskan Hajar Aswad melalui pendekatan geologi dan astronomi, temuan ini justru dipandang sebagian kalangan sebagai selaras dengan narasi keagamaan bahwa batu tersebut berasal dari langit.
(d/dh)
Baca Juga:
ACEH SELATAN Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah menyerahkan bantuan kursi roda kepada Ikram, bocah berusia 7 tahun penderit
NASIONAL
JAKARTA Ketua MPR RI Ahmad Muzani mendukung penuh penunjukan Lampung sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus Pekan Olahrag
NASIONAL
JAKARTA Perubahan lanskap media dan cepatnya transformasi digital membawa tantangan besar bagi keberlangsungan pers daerah. Hal itu menj
NASIONAL
JAKARTA Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum refleksi kritis terhadap perjalanan demo
NASIONAL
LHOKSEUMAWE Gelak tawa dan soraksorai riuh rendah mewarnai Lapangan Jenderal Sudirman Korem 011/Lilawangsa, Kota Lhokseumawe, Aceh, pad
NASIONAL
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menghadiri Malam Resepsi Kenegaraan dalam rangka memperingati
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, secara resmi membuka Festival Seni Pencak Silat Tradisional di Open St
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, menerima kunjungan Siti Rafiqah Zahirah Panjaitan di ruang kerjanya pada Selasa
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Tim Relawan Anies P24 Aceh kembali merapatkan barisan guna menggalang dukungan untuk Anies Baswedan menuju Pemilihan Preside
POLITIK
MEDAN Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Medan pada Selasa (18/8) malam memicu insiden pohon tumbang di Kecamatan Meda
PERISTIWA