PSI Balas Sindiran PDIP soal Jokowi Injak Kepala Kerbau: Jangan Hina Adat Lampung!
JAKARTA Polemik prosesi adat yang dijalani Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat menerima gelar adat di Lampung terus bergulir. Set
POLITIK
JAKARTA – Hajar Aswad, batu hitam yang terpasang di sudut tenggara Ka'bah, kembali menjadi perhatian setelah sejumlah kajian ilmiah menyebutkan bahwa batu tersebut diduga bukan berasal dari bumi.
Temuan ilmuwan ini menarik karena beririsan dengan keyakinan umat Islam yang menyebut Hajar Aswad sebagai batu yang berasal dari surga.
Baca Juga:Dalam tradisi Islam, Hajar Aswad diyakini diturunkan dari langit dan diberikan kepada Nabi Ibrahim AS oleh Malaikat Jibril saat pembangunan Ka'bah.
Sejumlah hadits menyebutkan batu tersebut awalnya berwarna putih, sebelum berubah menjadi hitam seiring perjalanan waktu.
Dari sudut pandang ilmiah, penelitian yang dilakukan Elsebeth Thomsen dari University of Copenhagen mengaitkan Hajar Aswad dengan fenomena meteorit.
Dalam studinya berjudul New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka'ba, Thomsen menyebut Hajar Aswad memiliki karakteristik serupa dengan kaca impaksi—material yang terbentuk akibat hantaman meteorit besar ke permukaan bumi.
Thomsen juga menghubungkan Hajar Aswad dengan Kawah Wabar di gurun Rub' al Khali, Arab Saudi.
Kawah tersebut diketahui memiliki material kaca hasil lelehan pasir silika yang berwarna hitam mengkilap di bagian luar, namun putih dan berpori di bagian dalam.
Ciri fisik ini disebut memiliki kemiripan dengan struktur Hajar Aswad, yang saat ini tersusun dari beberapa fragmen kecil dan dibingkai perak.
Sejumlah penelitian lain menyebutkan bahwa material tersebut memiliki kepadatan rendah dan dapat mengapung di air, sifat yang jarang ditemukan pada batuan bumi, namun umum pada kaca impaksi yang terbentuk dari peristiwa kosmik.
Thomsen memperkirakan usia material dari Kawah Wabar sekitar 6.400 tahun dan mengajukan hipotesis bahwa batu tersebut kemungkinan dibawa ke Makkah oleh kafilah kuno yang melintasi jalur perdagangan wilayah tersebut.
Meski sains mencoba menjelaskan Hajar Aswad melalui pendekatan geologi dan astronomi, temuan ini justru dipandang sebagian kalangan sebagai selaras dengan narasi keagamaan bahwa batu tersebut berasal dari langit.
(d/dh)
Baca Juga:
JAKARTA Polemik prosesi adat yang dijalani Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat menerima gelar adat di Lampung terus bergulir. Set
POLITIK
KEFAMENANU Polres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga anggota DPRD TTU yang diduga mel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebanyak 10 wilayah di Indonesia akan memasuki puncak musim kem
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengaku tidak mampu menahan air mata saat melintasi kawasan Hutan Sipiongot, Kabupa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka Program Magang Nasional 2026 bagi lulusan baru (fresh graduate). Pendafta
NASIONAL
JAKARTA Bos Blueray Cargo, John Field, mengaku menyesali keterlibatannya dalam perkara dugaan suap kepada pejabat Bea Cukai Kementerian
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara dari Fraksi NasDem, Ricky Anthoni, menempuh jalur hukum setelah merasa nama baiknya dicemarkan mel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA EA Sports kembali membagikan kode redeem FC Mobile terbaru yang dapat diklaim para pemain pada Senin, 29 Juni 2026. Melalui kode
ENTERTAINMENT
JAKARTA Wartawan Info Investigasi, Rundy Hadiyanto, keluar sebagai juara Turnamen Biliar Antarwartawan SIWO PWI DKI Jakarta 2026 setelah
OLAHRAGA
MEDAN Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mengingatkan masyarakat pesisir Kota Medan untuk menin
PERISTIWA