Kasus Korupsi Kuota Haji Makin Panas, KPK Segera Tahan Dua Tersangka Baru
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan segera menahan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penentuan kuota
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) sekaligus Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menyoroti krisis kebenaran di era digital yang kian kompleks.
Hal itu disampaikannya dalam acara pengukuhan guru besar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (16/2/2026).
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh putus asa dalam mencari kebenaran di tengah tantangan era post-truth dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).Baca Juga:
"Meski demikian, kita tidak boleh putus asa dalam mencari kebenaran," ujarnya.
Mengutip buku The Future of Truth karya Werner Herzog, ia menyebut dunia saat ini semakin sulit membedakan fakta dan pabrikasi, kebenaran dan hoaks.
Menurutnya, di era post-truth, kebenaran tak lagi ditentukan oleh ilmu pengetahuan atau hukum, melainkan oleh popularitas dan viralitas.
"Viralitas sendiri bisa dikerjakan oleh robot," katanya.
Abdul Mu'ti juga menyinggung dampak kemajuan teknologi dan AI terhadap kehidupan manusia.
Ia menilai perkembangan teknologi membuat sebagian manusia merasa semakin berkuasa dan perlahan menjauh dari nilai-nilai spiritual.
"Di era ini agama selalu menghadapi tantangan, salah satunya ateisme. Kemajuan teknologi membuat manusia merasa dirinya berkuasa, padahal itu kehendak Tuhan," ujarnya.
Menurut dia, kemajuan teknologi juga berpotensi melahirkan kesepian dan kekosongan makna.
Karena itu, kehadiran tokoh agama dan cendekiawan tetap diperlukan sebagai penuntun moral.
"AI tidak bisa membangun mana yang benar dan mana yang salah," katanya.
Ia menekankan bahwa profesor pada era sekarang bukan sekadar gelar akademik, melainkan figur yang memiliki keteladanan intelektual, menjadi agen perubahan peradaban, serta agen perubahan spiritual.
Sementara itu, Rektor UMSU Agussani menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar kali ini merupakan yang kedua pada 2026.
UMSU menargetkan tujuh guru besar baru sepanjang tahun ini, dengan total 34 guru besar yang saat ini masih dalam proses.
"Kami berharap apa yang disampaikan dalam pidato pengukuhan ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam menjaga kualitas universitas," ujarnya.*
(at/ad)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan segera menahan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penentuan kuota
HUKUM DAN KRIMINAL
JAMBI Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menekankan pentingnya internalisasi Kode Etik Jurnalistik bagi
NASIONAL
KONAWE SELATAN Oknum anggota TNI berinisial Sertu Majid Bone alias MB, yang diduga terlibat kasus pencabulan terhadap seorang bocah seko
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali melemah pada perdagangan Rabu (20/5/2026) yang bertepatan de
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Pelemahan terjadi di ten
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, di tengah meningkatnya kehatihatian pelaku
EKONOMI
JAKARTA Mayoritas harga pangan di tingkat nasional kembali mengalami kenaikan pada Rabu, 20 Mei 2026. Kenaikan tercatat pada sejumlah komo
EKONOMI
JAKARTA Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari jurnalis dan aktivis dilaporkan ditangkap tentara Israel saat mengikuti mi
PERISTIWA
JAKARTA Anggapan bahwa penyedap rasa monosodium glutamat (MSG) atau yang dikenal sebagai micin dapat menyebabkan kebodohan masih banyak di
KESEHATAN
JAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali melontarkan kritik terhadap pemerintah yang dinilainya tidak menunjukkan kepe
EKONOMI