Gerhana ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam posisi sejajar, sehingga cahaya Matahari terhalangi Bumi dan hanya sebagian cahaya dengan panjang gelombang merah mencapai permukaan Bulan. Akibatnya, Bulan tampak berwarna merah, fenomena yang dikenal sebagai "blood moon".
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membagi gerhana ke dalam tujuh fase.
Di wilayah Indonesia bagian barat, gerhana penumbra dimulai pukul 15.42 WIB, gerhana total mulai pukul 18.03 WIB, dan mencapai puncaknya pukul 18.33 WIB. Gerhana total berakhir pada pukul 19.03 WIB, dan keseluruhan fenomena selesai pukul 21.24 WIB.
Beberapa kota dengan puncak gerhana pada 18.33 WIB antara lain Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Sementara kota-kota di zona WITA seperti Denpasar, Makassar, dan Manado akan menyaksikan puncaknya pukul 19.33 WITA, sedangkan Jayapura di Papua mencapai puncak pada 20.33 WIT.
Masyarakat dapat menyaksikan fenomena blood moon ini dengan mata telanjang. Observasi aman karena cahaya Bulan hanyalah pantulan sinar Matahari.
Namun, pengamatan optimal membutuhkan langit cerah dan lokasi terbuka dengan pandangan leluasa ke arah timur.
Penggunaan teleskop kecil, binokular, atau kamera dengan lensa telefoto disarankan bagi yang ingin mengabadikan gerhana.
Fenomena Gerhana Bulan Total berikutnya baru akan terjadi pada 31 Desember 2028. Dengan demikian, kesempatan menyaksikan Bulan merah secara menyeluruh pada 3 Maret 2026 menjadi momen langka bagi masyarakat Indonesia.*
(k/dh)
Editor
: Adam
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Warnai Langit Indonesia, Simak Jadwal Puncaknya