BREAKING NEWS
Sabtu, 06 Juni 2026

Matahari Buatan” China Tembus Batas Mustahil, Reaktor Fusi EAST Catat Terobosan Besar

Adelia Syafitri - Sabtu, 06 Juni 2026 11:29 WIB
Matahari Buatan” China Tembus Batas Mustahil, Reaktor Fusi EAST Catat Terobosan Besar
China menciptakan matahari buatan dengan panas 10 kali lipat. (Foto: SCMP)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BEIJING - Reaktor fusi Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) milik China kembali menjadi sorotan dunia setelah berhasil mencapai pencapaian besar dalam riset energi fusi nuklir. Fasilitas yang dijuluki "matahari buatan" itu dilaporkan mampu melampaui batas Greenwald yang selama ini dianggap sebagai hambatan fundamental dalam pengembangan reaktor tokamak.

Dalam eksperimen terbarunya, EAST berhasil mengoperasikan plasma pada tingkat kepadatan sekitar 1,3 hingga 1,65 kali lebih tinggi dari batas Greenwald, sambil tetap menjaga kestabilan plasma dalam sistem reaktor.

Pencapaian tersebut dinilai sebagai langkah penting karena selama puluhan tahun batas Greenwald dianggap sebagai "limit aman" yang sulit dilewati dalam pengembangan teknologi fusi nuklir.

Baca Juga:

Lebih dari sekadar rekor, keberhasilan ini membuka peluang baru dalam upaya menghasilkan energi bersih dalam jumlah besar tanpa perlu memperbesar ukuran reaktor atau meningkatkan suhu operasi secara ekstrem.

Para peneliti juga menilai temuan ini dapat menjadi jalan menuju kondisi fusion ignition, yaitu saat reaksi fusi dapat mempertahankan dirinya sendiri tanpa suplai energi eksternal dalam jumlah besar.

Reaktor EAST sendiri menggunakan teknologi tokamak yang mengurung plasma bersuhu sangat tinggi menggunakan medan magnet berbentuk cincin. Dalam kondisi tersebut, inti atom dapat bertabrakan dan menghasilkan energi fusi yang besar dengan emisi karbon sangat rendah.

Namun, tantangan utama dalam pengembangan teknologi ini adalah menjaga kestabilan plasma saat kepadatannya meningkat. Selama ini, kepadatan plasma yang terlalu tinggi berisiko menyebabkan ketidakstabilan hingga merusak dinding reaktor.

Dalam eksperimen terbaru, tim ilmuwan China menggunakan berbagai metode teknis, termasuk pemanasan tambahan Electron Cyclotron Resonance Heating (ECRH) serta pengaturan gas presisi tinggi pada tahap awal pembentukan plasma.

Selain itu, desain dinding logam penuh pada reaktor EAST juga membantu mengurangi gangguan partikel pengotor yang dapat mengganggu stabilitas plasma.

Meski pencapaian ini dinilai signifikan, para peneliti menegaskan bahwa teknologi fusi nuklir masih belum siap untuk dikomersialisasikan dalam waktu dekat karena masih banyak tantangan teknis yang harus diselesaikan.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional Science Advances dan melibatkan sejumlah institusi riset dari China serta Prancis.*

(k/dh)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Purbaya Bakal ke China dan Inggris Promosikan Surat Utang RI
Airlangga Ungkap Alasan Ekspor SDA Wajib Lewat Danantara, Ini Tujuannya
Bobby Nasution Ungkap Pernah Tolak Izin Perjalanan Dinas Wali Kota Medan ke China
Bahlil Sebut CNG Pengganti Elpiji 3 Kg Diuji di China dan Indonesia
Trump Ungkap Xi Jinping Tawarkan Bantuan untuk Selesaikan Konflik AS dan Iran
Jaga Jalur Minyak Dunia, Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru