Hakim Sebut Tan Kian Beri Rp40 Miliar ke Eks Jampidsus Febrie, Kejagung Buka Suara
JAKARTA Hakim praperadilan menyebut adanya keterangan mengenai dugaan pemberian uang Rp40 miliar dari pengusaha properti Tan Kian kepada
HUKUM DAN KRIMINAL
KUANTAN SINGINGI– Organisasi Masyarakat Sadar Wisata (Masata) menyoroti minimnya perhatian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap fenomena budaya Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
Kritikan disampaikan menyusul viralnya aksi tarian anak-anak di atas jalur (perahu tradisional), yang ramai diperbincangkan dan diparodikan oleh tokoh-tokoh dunia.
Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Masata, Ahmad Fadli, mengatakan Kementerian Pariwisata seharusnya lebih responsif terhadap tren budaya yang kini sedang naik daun di kancah internasional, termasuk fenomena yang disebut sebagai "aura farming" dari anak-anak penari jalur.
"Seharusnya Kemenpar respon cepat terhadap fenomena aura farming Pacu Jalur ini. Untuk memasarkan event seperti ini butuh effort luar biasa, apalagi framing-nya sudah digunakan oleh orang di seluruh dunia," kata Fadli, Rabu (9/7/2025).
Fadli menyesalkan belum adanya kebijakan atau program khusus dari Kemenparekraf yang menyentuh langsung para anak penari jalur, termasuk tokoh muda seperti Rayyan Arkan Dikha yang saat ini viral dan telah ditetapkan sebagai Duta Pariwisata Riau oleh Gubernur Abdul Wahid.
"Anak-anak ini aset, terutama di Pacu Jalur. Tidak ada salahnya Kemenpar memberi perhatian lebih kepada Dhika dan kawan-kawan. Cita-cita mereka adalah memajukan budaya ini, dan itu butuh dukungan nyata," ujarnya.
Masata menekankan pentingnya kehadiran langsung pihak Kemenparekraf ke lapangan untuk melihat fasilitas dan infrastruktur di lokasi Pacu Jalur.
Fadli menyebut, selama ini pengelolaan lokasi masih bersifat tradisional dan butuh peningkatan dari segi estetika hingga keamanan.
"Turap dan tribun di lokasi masih sangat tradisional. Kalau ini ditata dengan baik, dengan dukungan dana APBN, bisa jadi destinasi unggulan yang aman dan menarik," tambahnya.
Masata juga mengkritik peran pasif Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam memanfaatkan momentum viralnya tarian Pacu Jalur.
Menurut Fadli, meski sudah mendapat sorotan dari publik hingga tokoh seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah atlet asing, Kementerian belum mengambil langkah konkret.
"Ini momentum besar. Wapres Gibran, artis-artis nasional, bahkan atlet luar negeri sudah ikut mempopulerkan. Tapi dari Kemenpar, belum ada sentuhan apa pun," ujar Fadli.
JAKARTA Hakim praperadilan menyebut adanya keterangan mengenai dugaan pemberian uang Rp40 miliar dari pengusaha properti Tan Kian kepada
HUKUM DAN KRIMINAL
KALIMANTAN BARAT Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membekukan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) milik lima perusahaan di Kali
HUKUM DAN KRIMINAL
VLADIVOSTOK Presiden Prabowo Subianto mendorong pembukaan jalur pelayaran dan penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia. Langkah t
NASIONAL
MEDAN PT Inalum (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat hilirisasi industri aluminium nasional sekaligus menerapkan prinsip keberlan
NASIONAL
MEDAN PT Inalum (Persero) kembali memperkuat sinergi dengan insan pers melalui penyelenggaraan Media Mind 2026. Kegiatan yang telah mema
NASIONAL
TANAH KARO Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau kesiapsiagaan penanganan erupsi Gunung Sina
NASIONAL
JAKARTA Penyelidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Fe
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Persidangan perkara pidana umum di Pengadilan Negeri (PN) Medan pada Kamis, 3 September 2026, menjadi perhatian setelah Hakim M Ka
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan penyidik Polsek Sunggal, Brigadir Imam Harefa, menempuh jalur hukum setelah muncul narasi di media sosial yang menyebut dir
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengatakan telah memeriksa seorang warga negara asing (WNA) dalam perkara tindak pidana pencucian uan
HUKUM DAN KRIMINAL