BREAKING NEWS
Senin, 13 April 2026

Onang-Onang: Ratapan Cinta Ibu dalam Lantunan Bahagia Adat Mandailing

Abyadi Siregar - Sabtu, 26 Juli 2025 15:04 WIB
Onang-Onang: Ratapan Cinta Ibu dalam Lantunan Bahagia Adat Mandailing
ilustrasi onang-onang (foto: facebook sanggar laksemana melayu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Jejak Ratapan dari Tanah Batak

Onang-onang memiliki akar yang sama dengan Andung dari tradisi Batak Toba — ratapan dalam upacara kematian. Di Simalungun, ada Tangis-tangis yang juga berfungsi sebagai ekspresi kesedihan dalam pernikahan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Batak memiliki warisan budaya yang mengizinkan mereka mengungkapkan emosi secara terbuka, terutama di momen penting hidup.

Tradisi Onang-onang adalah bukti bahwa kebahagiaan dan kesedihan bisa berdampingan. Ia bukan hanya pertunjukan, tapi juga terapi kolektif — tempat seluruh keluarga menangis, tertawa, dan saling menguatkan.

Menerima Dua Wajah Kehidupan Sekaligus

Melalui Onang-onang, masyarakat Mandailing mengajarkan bahwa kebahagiaan tak harus steril dari kesedihan. Dalam perayaan, ada perpisahan. Dalam pesta, ada air mata. Dan semua itu bukanlah kontradiksi, tapi keseimbangan.

Tradisi ini bukan hanya warisan budaya — ia adalah refleksi tentang kehidupan, tentang keikhlasan, dan tentang cinta yang mengizinkan anak pergi dengan restu sepenuh hati.*

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru