Pakistan Minta AS dan Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan di Islamabad Buntu
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
MADINA - Di tengah pesta adat yang meriah, di antara gemuruh Gordang Sambilan dan gemerlap busana pengantin, terdengar lantunan lirih:
"Tinggallah sudah pancuran tempat mandi ini…"
Bukan hanya sekadar nyanyian. Ini adalah jeritan hati. Onang-onang, tradisi lisan masyarakat Mandailing yang selama ini kerap disalahpahami sebagai sekadar hiburan, ternyata menyimpan kedalaman emosi yang menyayat.
Dibalut dalam bentuk nyanyian sederhana namun menggetarkan, Onang-onang adalah simbol perpisahan, cinta orang tua, dan kenangan masa kecil yang perlahan ditinggalkan.
Warisan Lirih dari Seorang Ibu
Secara etimologis, "Onang" berasal dari kata "inang" dalam bahasa Mandailing yang berarti ibu. Tradisi ini diyakini bermula dari ratapan seorang anak yang memanggil ibunya dengan lirih, penuh kerinduan, menjelang masa perpisahan. Asalnya bukan dari panggung hiburan, tetapi dari "hata andung", ratapan dan kata-kata kesedihan.
Meskipun kini Onang-onang dilantunkan dalam pernikahan sebagai bagian dari ritual adat, akarnya yang penuh duka tak pernah hilang. Di balik senyum sang pengantin, ada isak tertahan dari sang ibu yang sedang belajar melepaskan.
Antara Haru dan Bahagia: Kisah Lirik Perpisahan
Lirik-lirik Onang-onang tidak jarang membahas momen sederhana, seperti tempat mandi atau halaman rumah yang biasa digunakan anak semasa kecil. Seperti dalam bait:
"Tinggallah sudah pancuran tempat mandi ini..."
Sebuah metafora sederhana yang menggambarkan beratnya hati seorang ibu melepas anak perempuannya ke rumah mertua.
Tradisi ini menjadi ruang bagi orang tua menyampaikan nasihat, kenangan, hingga permohonan maaf. Dalam tiap syairnya, tersimpan kasih yang tak terucapkan dalam kata sehari-hari.
Jejak Perjuangan Orang Tua dalam Setiap Bait
Paronang-onang — pelantun Onang-onang — sering kali menciptakan lirik secara spontan, menyesuaikan dengan latar belakang hidup sang pengantin. Salah satu bait yang sering muncul menceritakan masa kehamilan:
"Sambilan bulan mada ho inang nadi kandungan i..."
Sembilan bulan mengandung, lalu membesarkan dengan segala daya, dan kini harus rela melepas.
Onang-onang menjadi bentuk paling manusiawi dari kisah pengorbanan — bukan dalam bentuk pidato formal, tetapi lewat suara yang jujur dan meresap.
Melodi yang Tak Megah, Tapi Menggetarkan
Musik Onang-onang jauh dari kompleks atau mewah. Ia dibangun dari melodi strofik yang terus berulang, dengan tempo lambat, seolah memberi ruang bagi pendengar untuk merenung.
Justru kesederhanaan ini yang menjadikannya kuat. Karena tanpa perlu aransemen rumit, ia mampu mengetuk pintu hati, membangun ruang intim di tengah keramaian pesta.
Jejak Ratapan dari Tanah Batak
Onang-onang memiliki akar yang sama dengan Andung dari tradisi Batak Toba — ratapan dalam upacara kematian. Di Simalungun, ada Tangis-tangis yang juga berfungsi sebagai ekspresi kesedihan dalam pernikahan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Batak memiliki warisan budaya yang mengizinkan mereka mengungkapkan emosi secara terbuka, terutama di momen penting hidup.
Tradisi Onang-onang adalah bukti bahwa kebahagiaan dan kesedihan bisa berdampingan. Ia bukan hanya pertunjukan, tapi juga terapi kolektif — tempat seluruh keluarga menangis, tertawa, dan saling menguatkan.
Menerima Dua Wajah Kehidupan Sekaligus
Melalui Onang-onang, masyarakat Mandailing mengajarkan bahwa kebahagiaan tak harus steril dari kesedihan. Dalam perayaan, ada perpisahan. Dalam pesta, ada air mata. Dan semua itu bukanlah kontradiksi, tapi keseimbangan.
Tradisi ini bukan hanya warisan budaya — ia adalah refleksi tentang kehidupan, tentang keikhlasan, dan tentang cinta yang mengizinkan anak pergi dengan restu sepenuh hati.*
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi memperingati 30 hari penyiraman air ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Oditurat Militer menanggapi usulan pelibatan hakim ad hoc dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Or
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebut alokasi dana bantuan bencana dari pemerintah pusat untuk Sumut periode 20262028 m
EKONOMI
BANDA ACEH Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Kodam Iskandar Muda, Ali Imran, menegaskan komitmennya membentuk putraputri
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, AM Akbar Supratman, mengapresiasi terpilihnya Sugiono sebagai Ketua
POLITIK
Oleh Raman KrisnaLONJAKAN harga bahan baku plastik di Sumatera Utara hingga puluhan persen bukan lagi sekadar persoalan pasar. Ini adalah p
OPINI
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang merugikan hingga Rp2,4 triliun. Pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara terkait anggaran Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik tak wajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
HUKUM DAN KRIMINAL