Wacana Tak Naik Kelas 2027 Diprotes! JPPI: Sistem Sekolah yang Buruk, Kok Siswa yang Dihukum?
JAKARTA Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia (JPPI) meminta pemerintah mengkaji ulang wacana siswa tidak lagi otomatis naik kelas mula
PENDIDIKAN
BALI– Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Karya Pedudusan Alit Mlaspas, Mecaru Balik Sumpah, Rsigana, Nubung Pedagingan, dan Ngenteg Linggih di Pura Demung, Banjar Pengembungan, Desa Adat Tegaltamu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Sabtu (25/10/2025).
Upacara ini merupakan rangkaian yadnya yang sarat makna spiritual bagi masyarakat Bali.
Wakil Ketua DPRD Gianyar, Tjokorda Gede Asmara Putra Sukawati, yang hadir dalam prosesi tersebut, mengatakan bahwa karya ini memiliki makna mendalam karena Pura dianggap sebagai simbol kepala jagat.Baca Juga:
"Kalau kepala sudah bersih, tentu seluruh tubuh juga akan menjadi baik. Begitu pula bila perahyangan tertata becik, maka pawongan dan pelemahan akan harmonis," ujarnya.
Asmara Putra menekankan bahwa yadnya yang dilaksanakan dengan ketulusan hati akan membawa manfaat bagi masyarakat. "Orang Bali selalu percaya tidak ada yadnya yang sia-sia. Apa yang kita aturkan dengan hati tulus kepada Beliau pasti akan kembali, bahkan lebih besar manfaatnya bagi masyarakat," kata dia.
Semangat gotong royong warga Banjar Pengembungan–Batubulan dalam mempersiapkan karya suci ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Ketua DPRD Gianyar.
Menurutnya, keteraturan dan ketulusan dalam pelaksanaan yadnya menjadi contoh nyata penerapan ajaran dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Bendesa Adat Tegaltamu, I Dewa Agung Bagus Eka Pemayun, menjelaskan bahwa persiapan karya ini telah dilakukan sejak enam bulan lalu, dengan pembuatan upakara berlangsung selama satu bulan.
Sekitar 178 kepala keluarga di Banjar Pengembungan bahu-membahu menyiapkan seluruh rangkaian upacara hingga terselenggara dengan lancar.
"Apa yang dilakukan warga ini merupakan bentuk pengorbanan suci. Semua dilakukan dengan ketulusan dan kesadaran," ujar Dewa Agung Bagus Eka Pemayun. Ia berharap semangat gotong royong dan nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap dijaga oleh masyarakat.
Kelian Banjar Adat Pengembungan, I Ketut Sukadana, menambahkan bahwa karya ini menjadi wujud nyata penerapan filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam. "Krama betul-betul dari hati membangun keinginan untuk melaksanakan upacara besar ini. Mudah-mudahan ke depan kita semakin kompak dan ajeg menjaga warisan leluhur," kata dia.
Rangkaian dudonan karya telah dimulai sejak Rabu (15/10) dan akan berlanjut hingga rangkaian karya penyineban pada Selasa (28/10).
JAKARTA Jaringan Pemantauan Pendidikan Indonesia (JPPI) meminta pemerintah mengkaji ulang wacana siswa tidak lagi otomatis naik kelas mula
PENDIDIKAN
JAKARTA Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan tambahan dana investasi hingga US 1 miliar atau sekitar R
EKONOMI
JAKARTA Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sigit Widodo membandingkan latar belakang pendidikan Presiden ke3 RI BJ Habibie deng
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturahmi Akbar Ikatan Keluarga Aceh
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra enggan mengomentari putusan Mahkamah Kons
NASIONAL
MEDAN Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 17 siswa SD Negeri 060870 Medan mendapat sorotan dari DPD PDI Perjuangan Su
PERISTIWA
MEDAN Kondisi siswa SD Negeri 060879 Medan yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membaik
PERISTIWA
JAKARTA Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) memeriksa enam petugas terkait pemberian pembebasan bersyarat kepada terpidana Mu
NASIONAL
DELI SERDANG Danau yang mulai terbentuk di kawasan Bendungan Lau Simeme, Kecamatan BiruBiru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mula
PARIWISATA
SOLO Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo menjelaskan proses verifikasi dokumen pendidikan Gibran Rakabuming Raka saat mencalonkan diri s
POLITIK