Sentil Ketimpangan Ekonomi Nias: Bobby Nasution Minta Bos Baru BI Sumut Genjot Pemerataan
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyoroti ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah yang masih menja
EKONOMI
BALI– Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Karya Pedudusan Alit Mlaspas, Mecaru Balik Sumpah, Rsigana, Nubung Pedagingan, dan Ngenteg Linggih di Pura Demung, Banjar Pengembungan, Desa Adat Tegaltamu, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Sabtu (25/10/2025).
Upacara ini merupakan rangkaian yadnya yang sarat makna spiritual bagi masyarakat Bali.
Wakil Ketua DPRD Gianyar, Tjokorda Gede Asmara Putra Sukawati, yang hadir dalam prosesi tersebut, mengatakan bahwa karya ini memiliki makna mendalam karena Pura dianggap sebagai simbol kepala jagat.Baca Juga:
"Kalau kepala sudah bersih, tentu seluruh tubuh juga akan menjadi baik. Begitu pula bila perahyangan tertata becik, maka pawongan dan pelemahan akan harmonis," ujarnya.
Asmara Putra menekankan bahwa yadnya yang dilaksanakan dengan ketulusan hati akan membawa manfaat bagi masyarakat. "Orang Bali selalu percaya tidak ada yadnya yang sia-sia. Apa yang kita aturkan dengan hati tulus kepada Beliau pasti akan kembali, bahkan lebih besar manfaatnya bagi masyarakat," kata dia.
Semangat gotong royong warga Banjar Pengembungan–Batubulan dalam mempersiapkan karya suci ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Ketua DPRD Gianyar.
Menurutnya, keteraturan dan ketulusan dalam pelaksanaan yadnya menjadi contoh nyata penerapan ajaran dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Bendesa Adat Tegaltamu, I Dewa Agung Bagus Eka Pemayun, menjelaskan bahwa persiapan karya ini telah dilakukan sejak enam bulan lalu, dengan pembuatan upakara berlangsung selama satu bulan.
Sekitar 178 kepala keluarga di Banjar Pengembungan bahu-membahu menyiapkan seluruh rangkaian upacara hingga terselenggara dengan lancar.
"Apa yang dilakukan warga ini merupakan bentuk pengorbanan suci. Semua dilakukan dengan ketulusan dan kesadaran," ujar Dewa Agung Bagus Eka Pemayun. Ia berharap semangat gotong royong dan nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap dijaga oleh masyarakat.
Kelian Banjar Adat Pengembungan, I Ketut Sukadana, menambahkan bahwa karya ini menjadi wujud nyata penerapan filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam. "Krama betul-betul dari hati membangun keinginan untuk melaksanakan upacara besar ini. Mudah-mudahan ke depan kita semakin kompak dan ajeg menjaga warisan leluhur," kata dia.
Rangkaian dudonan karya telah dimulai sejak Rabu (15/10) dan akan berlanjut hingga rangkaian karya penyineban pada Selasa (28/10).
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyoroti ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah yang masih menja
EKONOMI
JAKARTA Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Perserikatan BangsaBangsa (PBB) dan Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Indonesia
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, mengalami mual dan muntah setelah menyantap
KESEHATAN
JAKARTA Para penggugat persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berencana menemui DPR, DPD, dan MPR setelah Mahkamah K
POLITIK
JAKARTA Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menerima laporan terhadap seluruh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pe
POLITIK
MEDAN Ikatan Media Online (IMO) Sumatera Utara menyoroti tantangan berat yang dihadapi media online dalam mempertahankan keberlangsungan u
NASIONAL
JAKARTA Irjen Pol Pasma Royce resmi menjabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali setelah serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin
NASIONAL
JAKARTA Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencuat setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait polemik persyarat
POLITIK
MEDAN Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara menutup operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan be
KESEHATAN
MEDAN Sebanyak 17 siswa SD Negeri 060870 Center 1 di Jalan Gunung Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, diduga mengalami keracunan
PERISTIWA