Foto bersama di sela acara Penobatan Pemangku Adat Kedatukan Tanah Datar, Sabtu (27/12/2025) di Hotel Grand Malaka, Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Pernyataan ini disampaikan saat penobatan Wan Muhammad Nur SE sebagai Pemangku Adat Kedatukan Tanah Datar di Hotel Grand Malaka, Tanjung Tiram, Sabtu (27/12/2025).
Menurut Prof. OK Saidin, pengenalan sejarah dan aksara Melayu penting agar generasi muda Batu Bara mengenal dan menghayati jati diri mereka sebagai anak-anak Melayu.
"Melayu adalah wangsa besar, hampir semua bangsa besar di dunia memiliki aksara sendiri. Aksara Melayu menggunakan aksara Arab, tapi orang Arab sendiri tidak bisa membacanya," ujarnya sambil tersenyum.
Ketua Umum PB MABMI Dato' Seri Prof. Dr. H. OK Saidin, SH, M.Hum gelar Datuk Seri Amar Cendekia, saat menyampaikan kata sambutan. (Foto: ist/BITV)
Prof. OK Saidin juga menegaskan, Batu Bara merupakan bagian dari Kesultanan Siak.
Kedatukan Tanah Datar adalah salah satu dari beberapa kedatukan tradisional yang harus dilestarikan sebagai warisan budaya Melayu.
Ia menambahkan, ciri utama masyarakat Melayu adalah hidup di bumi Melayu, berbahasa Melayu, beradat-istiadat Melayu, dan menganut Islam.
"Melayu adalah wangsa yang adaptif, mudah bergaul, dan menghargai kebersamaan. Karena itu, Kedatukan Tanah Datar diharapkan mendukung program Pemkab Batu Bara," katanya.
Sementara itu, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian SH, M.AP menekankan pentingnya menjaga soliditas Kedatukan Tanah Datar.