Gubsu Bobby Nasution dan Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu saat menghadiri perayaan Natal di Dusun Batu Rosak, Desa Simataniari, Kec. Angkola Sangkunur, Kab. Tapanuli Selatan, Sabtu (27/12/2025). (foto: Jona Marpaung/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Awalnya program ini dijadwalkan hanya untuk Kepulauan Nias pada 2026, namun percepatan dilakukan untuk meringankan beban warga terdampak.
Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri perayaan Natal di Dusun Batu Rosak, Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu (27/12/2025), bersama istrinya Kahiyang Ayu. Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, turut hadir.
"Untuk SMA negeri, tahun depan yang awalnya hanya di Kepulauan Nias kini juga akan digratiskan di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Sibolga, dan Langkat," kata Bobby.
Bobby menjelaskan percepatan ini dilakukan karena mata pencaharian warga terdampak banjir-longsor ikut terganggu, termasuk sawah, kebun, dan usaha lainnya, sehingga membiayai sekolah anak menjadi berat.
"Selain rumah, ada materil lain yang terdampak, jadi pembiayaan sekolah anak pasti terganggu. Tahun depan di Tapanuli Selatan kita gratiskan, tidak perlu bayar lagi, termasuk SMK dan SLB negeri," ujarnya.
Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) ini nantinya diterapkan di total 10 kabupaten/kota: lima di Kepulauan Nias (Gunungsitoli, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan) dan lima wilayah terdampak bencana (Langkat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Sibolga).
Dengan percepatan ini, Pemprov Sumut berharap anak-anak di daerah terdampak bencana tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa hambatan finansial.*
(d/ad)
Editor
: Adam
Bobby Nasution Percepat Sekolah Gratis untuk Anak Terdampak Banjir dan Longsor di Sumut