BREAKING NEWS
Sabtu, 04 April 2026

Arak Bali Rayakan Hari ke-6: Dari Minuman Tradisional ke Simbol Kebangkitan Ekonomi Berbasis Budaya

Fira - Jumat, 30 Januari 2026 14:49 WIB
Arak Bali Rayakan Hari ke-6: Dari Minuman Tradisional ke Simbol Kebangkitan Ekonomi Berbasis Budaya
Gubernur Bali Wayan Koster membuka secara resmi Peringatan Hari Arak Bali ke-6 Tahun 2026 di The Westin Resort, Nusa Dua, Kamis (29/1). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BADUNG Arak Bali menorehkan sejarah baru. Gubernur Bali Wayan Koster membuka secara resmi Peringatan Hari Arak Bali ke-6 Tahun 2026 di The Westin Resort, Nusa Dua, Kamis (29/1).

Momentum ini menegaskan transformasi arak Bali dari produk tradisional yang sempat terbelenggu stigma hukum menjadi ikon ekonomi dan budaya lokal.

Melalui Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali, produksi dan peredaran arak, brem, serta tuak kini legal dan diatur secara resmi.

Baca Juga:

"Janji untuk melindungi Arak Bali saya tepati," ujar Gubernur Wayan Koster di hadapan perajin, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan.

Perjuangan panjang ini bahkan berbuah dukungan regulasi tingkat nasional.


Dengan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021, Arak Bali kini sah sebagai usaha yang bisa dikembangkan hingga skala industri.

"Dulu para perajin sering menghadapi tekanan hukum, sekarang Arak Bali menjadi produk budaya yang bernilai ekonomi," kata Koster.

Pemerintah juga menyiapkan pengelolaan profesional melalui izin produksi Arak Bali yang diserahkan Kementerian Perindustrian kepada Pemprov Bali.

Tercatat 1.472 petani dan perajin kini terlibat dalam ekosistem arak Bali, dengan dukungan pengolahan, standardisasi, kemasan, hingga promosi yang dikelola PT Kanti Barak Sejahtera.

Hingga kini, sebanyak 58 merek Arak Bali telah tumbuh, bersaing dengan merek internasional, dan tampil di ajang seperti Pesta Kesenian Bali (PKB).

Meski permintaan tinggi—konsumen harus menunggu hingga dua minggu—pemerintah berupaya menyediakan dukungan dari hulu ke hilir, termasuk bibit kelapa genjah, perizinan BPOM, dan kemudahan Bea Cukai.

Koster menekankan, Hari Arak Bali bukan ajang konsumsi berlebihan, melainkan momentum untuk mendorong produk lokal berdaya saing tinggi.

"Konsumsi harus bertanggung jawab, baik untuk kesehatan maupun kebutuhan upacara," tegasnya.

Acara ini dihadiri Ketua Dekranasda Bali, Putri Suastini Koster, serta berbagai pelaku usaha dan perajin arak Bali, menandai komitmen bersama menjaga dan mengembangkan produk budaya lokal menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

"Selamat Hari Arak Bali ke-6. Mari dorong ekosistem Arak Bali secara utuh, agar produk lokal kita mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional," tutup Gubernur Koster.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kalsel Resmi 100 Persen Miliki Posbankum Desa & Kelurahan, Sengketa Warga Kini Lebih Cepat Terselesaikan
Forum Harmonisasi Peraturan Pusat-Daerah Perkuat Kualitas Produk Hukum, Fokus pada Sinkronisasi Regulasi dan Digitalisasi
MK Tegaskan Penanganan Fakir Miskin Tak Boleh Dijadikan Alat Politik
Dirut BEI Mundur Usai IHSG Anjlok, Purbaya: Ini Positif untuk Pasar, Waktunya Serok-serok!
Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Meluas, Bupati Waspadai Ancaman ke Permukiman Warga
Bupati Batu Bara Jalin Kolaborasi Strategis dengan Bank BTN
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru