Polri Kebut Pembangunan 1.500 Dapur MBG hingga Akhir 2026
JAKARTA Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menargetkan pembangunan 1.500 Satuan Pelayanan Peme
NASIONAL
PADANG LAWAS, SUMUT – Di tengah hamparan perkebunan sawit yang membentang di Padang Lawas, Sumatera Utara, tersimpan sisa-sisa peradaban yang pernah menggetarkan jalur perdagangan Asia Tenggara.
Jejak Kerajaan Pannai abad ke-11 itu kini dikenal dengan sebutan "Candi Sawit", kompleks percandian dan biara yang masih menyimpan misteri spiritual dan arsitektur kuno.
Meski lokasinya jauh dari pusat kota, situs ini memiliki nilai sejarah tinggi.Baca Juga:
Koleksi Museum Negeri Sumatera Utara menyimpan dokumentasi lengkap, termasuk arca-arca Bhairava, fragmen arca gajah, dan arca buaya yang menjadi saksi bisu kecanggihan seni dan kepercayaan religius masa itu.
Salah satu situs utama adalah Biara Sipamutung, yang terletak di Desa Siparau, Kecamatan Barumun Tengah, sementara Biara Bahal III berada di Desa Bahal, Portibi.
Kompleks ini menampilkan pagar keliling luas dan bangunan bata merah yang tetap kokoh meski dikepung perkebunan sawit dan pemukiman modern.
Arkeolog F.M. Schnitger mencatat bahwa kawasan ini merupakan pusat aliran Buddhisme Vajrayana atau Tantrayana, yang sarat simbolisme filosofis dan spiritual.
Bahkan, Kerajaan Pannai tercatat dalam prasasti India Selatan, Prasasti Tanjore (1030 M), sebagai wilayah strategis yang sempat digempur Raja Rajendra Chola I dari Colamandala.
Menurut peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Bambang Budi Utomo, Pannai memiliki pengaruh internasional meski skalanya lebih kecil dibanding kerajaan besar di Jawa.
Sayangnya, banyak situs asli kini hanya berupa gundukan tanah atau fondasi bata yang terjepit akar sawit.
Kehadiran Candi Sawit menjadi pengingat bahwa Sumatera Utara pernah menjadi pusat peradaban maritim dan spiritual yang mampu membangun struktur kompleks hanya dengan bata merah, tanpa semen, berlandaskan keyakinan religius yang mendalam.
"Menelusuri sejarah Padang Lawas adalah menyingkap lapisan peradaban yang tersembunyi di balik sawit. Candi Sawit bukan sekadar artefak, tetapi saksi kejayaan masa lalu yang patut dilestarikan," ujar Bambang.*
JAKARTA Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menargetkan pembangunan 1.500 Satuan Pelayanan Peme
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem memastikan pemerintah akan mendorong hilirisasi minyak dan gas (migas) dari Blok Anda
PEMERINTAHAN
TANJAB TIMUR Polres Tanjung Jabung Timur menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026 di Lapangan Hijau Polres Tanjung
NASIONAL
BANDA ACEH Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke8
NASIONAL
BINJAI Dugaan penyimpangan penggunaan aset milik Pemerintah Kota Binjai kembali menjadi perhatian publik. Aliansi Pemuda Sumatera Utara
PEMERINTAHAN
Oleh Rasi Kasim Samosir, S.P., M.SiPEMBANGUNAN Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan menjadi salah satu langkah pemerintah dala
OPINI
CIANJUR Selain dikenal sebagai situs megalitikum terbesar di Indonesia, Gunung Padang di Kabupaten Cianjur juga menyimpan tradisi yang m
NASIONAL
BOGOR Presiden Prabowo Subianto menyampaikan enam amanat penting kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saa
NASIONAL
BOGOR Presiden ke7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke80 Bhayangkara yang
NASIONAL
BOGOR Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada sejumlah kesatuan dan personel Kepolisian Negara Republik Indone
NASIONAL