Wakil Wali Kota Medan Dukung Lomba Domino, Dorong Kegiatan Positif Jauhkan Warga dari Judol
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mengapresiasi pelaksanaan Lomba Domino Medali Ade Jona Prasetyo di Jalan Mangaan I, Ke
PEMERINTAHAN
PADANG LAWAS, SUMUT – Di tengah hamparan perkebunan sawit yang membentang di Padang Lawas, Sumatera Utara, tersimpan sisa-sisa peradaban yang pernah menggetarkan jalur perdagangan Asia Tenggara.
Jejak Kerajaan Pannai abad ke-11 itu kini dikenal dengan sebutan "Candi Sawit", kompleks percandian dan biara yang masih menyimpan misteri spiritual dan arsitektur kuno.
Meski lokasinya jauh dari pusat kota, situs ini memiliki nilai sejarah tinggi.Baca Juga:
Koleksi Museum Negeri Sumatera Utara menyimpan dokumentasi lengkap, termasuk arca-arca Bhairava, fragmen arca gajah, dan arca buaya yang menjadi saksi bisu kecanggihan seni dan kepercayaan religius masa itu.
Salah satu situs utama adalah Biara Sipamutung, yang terletak di Desa Siparau, Kecamatan Barumun Tengah, sementara Biara Bahal III berada di Desa Bahal, Portibi.
Kompleks ini menampilkan pagar keliling luas dan bangunan bata merah yang tetap kokoh meski dikepung perkebunan sawit dan pemukiman modern.
Arkeolog F.M. Schnitger mencatat bahwa kawasan ini merupakan pusat aliran Buddhisme Vajrayana atau Tantrayana, yang sarat simbolisme filosofis dan spiritual.
Bahkan, Kerajaan Pannai tercatat dalam prasasti India Selatan, Prasasti Tanjore (1030 M), sebagai wilayah strategis yang sempat digempur Raja Rajendra Chola I dari Colamandala.
Menurut peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Bambang Budi Utomo, Pannai memiliki pengaruh internasional meski skalanya lebih kecil dibanding kerajaan besar di Jawa.
Sayangnya, banyak situs asli kini hanya berupa gundukan tanah atau fondasi bata yang terjepit akar sawit.
Kehadiran Candi Sawit menjadi pengingat bahwa Sumatera Utara pernah menjadi pusat peradaban maritim dan spiritual yang mampu membangun struktur kompleks hanya dengan bata merah, tanpa semen, berlandaskan keyakinan religius yang mendalam.
"Menelusuri sejarah Padang Lawas adalah menyingkap lapisan peradaban yang tersembunyi di balik sawit. Candi Sawit bukan sekadar artefak, tetapi saksi kejayaan masa lalu yang patut dilestarikan," ujar Bambang.*
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mengapresiasi pelaksanaan Lomba Domino Medali Ade Jona Prasetyo di Jalan Mangaan I, Ke
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung atau Kejagung membantah dalil mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang me
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Masyarakat yang tercatat dalam desil 9 atau 10 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belum tentu merasa memiliki k
EKONOMI
MEDAN Kepala Dusun (Kadus) IV Kesatuan Harapan Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sugimin, dituntut enam tahun penjara dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Perum Bulog Cabang Medan mulai menyalurkan bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap kedua untuk alokasi JuliSeptember
EKONOMI
MAUMERE Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta maaf kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), j
NASIONAL
JAKARTA Hutan hujan tropis Indonesia dan Malaysia, termasuk kawasan hutan serta gambut di Kalimantan, pada dasarnya bukan ekosistem yang
PERISTIWA
JAKARTA Kejaksaan Agung atau Kejagung menilai dalil mengenai duplikasi penetapan tersangka yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adrians
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Tiga dosen Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) memperoleh sertifikat Hak Cipta dari Kementerian Hukum melalui Kantor Wilay
NASIONAL
MEDAN Bursa Wirausaha Unggulan Sumatera Utara digelar di Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan bertema Ber
EKONOMI