Namun, kejutan yang dimaksud bukan sekadar membuat kaget, melainkan memiliki makna psikologis dan sosial yang mendalam.
"Tradisi songgot-songgot adalah kebiasaan yang sering dilakukan orang Batak untuk membuat seseorang terkejut atas satu peristiwa yang dibuat orang lain," ujar Robert, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, tujuan dari songgot-songgot adalah membantu seseorang melupakan beban pikiran dan masalah yang sedang dihadapi.
"Makna filosofisnya adalah untuk mendapatkan satu solusi terhadap permasalahan yang dialami seseorang, agar ia bisa melupakan masalahnya," kata Robert.
Secara historis, tradisi ini telah dilakukan sejak masa nenek moyang Batak.
Biasanya, bentuk kejutan berupa pemberian makanan favorit seperti ikan mas atau daging ayam, diberikan secara diam-diam sehingga penerima merasa terkejut sekaligus senang.
Praktik ini lazim dilakukan oleh orang tua kepada anak, anak kepada orang tua, maupun antar saudara.
Nilai yang terkandung dalam songgot-songgot tidak hanya sebatas hiburan, tetapi juga kasih sayang, kepedulian, dan empati, yang memperkuat ikatan keluarga.
Meskipun tidak selalu terkait upacara adat formal, tradisi ini tetap hidup di keseharian masyarakat Batak sebagai simbol perhatian sederhana namun bermakna.