BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Mengulik Sejarah Punggahan, Tradisi Islam Khas Jawa Sambut Ramadan yang Tetap Terjaga

Adam - Senin, 16 Februari 2026 16:52 WIB
Mengulik Sejarah Punggahan, Tradisi Islam Khas Jawa Sambut Ramadan yang Tetap Terjaga
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadan, suasana di desa-desa Jawa menjadi lebih hidup.

Aroma masakan khas, suara doa, dan kebersamaan warga menandai tibanya tradisi Munggahan atau Punggahan, ritual khas sebelum memasuki bulan puasa.

Meski nama dan sebutannya berbeda, Munggahan di Jawa Barat dan Punggahan di Jawa Tengah hingga Jawa Timur sejatinya merujuk pada tradisi yang sama.

Baca Juga:

Secara etimologi, kata "Munggah" berarti naik atau memasuki tempat yang lebih tinggi.

Filosofinya, Munggahan menjadi momen untuk "naik" ke tingkat spiritual lebih tinggi sebelum menjalani ibadah puasa penuh selama sebulan.

Sejarah Punggahan

Menurut jurnal Tradisi Punggahan M (2020) karya Salma Al Zahra Ramadhani dan Nor Mohammad Abdoeh, tradisi ini tidak lepas dari pengaruh Sunan Kalijaga.

Dalam upaya menyebarkan Islam di Nusantara, Sunan Kalijaga mengadaptasi ajaran agama ke dalam budaya lokal agar masyarakat lebih mudah menerima Islam.

Punggahan mengajarkan pentingnya bersedekah, menjaga hubungan baik dengan tetangga, dan mendoakan leluhur sebelum memulai puasa.

Acara ini biasanya berlangsung di rumah atau masjid, dipandu oleh guru ngaji atau kiai setempat, dan diisi dengan pembacaan tahlil serta doa bersama.

Hidangan Khas Punggahan

Dalam tradisi ini, beberapa hidangan wajib selalu hadir. Di antaranya:
- Nasi Kluban dan Tumpeng – biasanya disajikan di rumah.
- Apem, Pasung, Gedang Rojo (Pisang Raja), dan Ketan – umumnya dibawa saat acara di masjid atau musala.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya: Ikon Religi dan Destinasi Wisata Menjelang Ramadan
Barongsai: Simbol Keberuntungan yang Hidup di Perayaan Imlek
Daftar Harga Pangan 16 Februari 2026: Lonjakan Harga Beras dan Minyak Goreng, Sementara Bawang dan Cabai Mulai Melemah
Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan di Masa Ramadan dan Libur Lebaran, Ini Skema Penyesuaian BGN
Momen Kebersamaan dan Punggahan Ramadan: Wali Kota Medan Rico Waas Hadiri Tradisi Warga dan Percepat Pembangunan Masjid
Perbedaan Hilal dan Awal Ramadan Tak Perlu Diperdebatkan, Wakil Ketua MUI Serukan Kedewasaan Umat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru