Menurut jurnal Tradisi Punggahan M (2020) karya Salma Al Zahra Ramadhani dan Nor Mohammad Abdoeh, tradisi ini tidak lepas dari pengaruh Sunan Kalijaga.
Dalam upaya menyebarkan Islam di Nusantara, Sunan Kalijaga mengadaptasi ajaran agama ke dalam budaya lokal agar masyarakat lebih mudah menerima Islam.
Punggahan mengajarkan pentingnya bersedekah, menjaga hubungan baik dengan tetangga, dan mendoakan leluhur sebelum memulai puasa.
Acara ini biasanya berlangsung di rumah atau masjid, dipandu oleh guru ngaji atau kiai setempat, dan diisi dengan pembacaan tahlil serta doa bersama.
Dalam tradisi ini, beberapa hidangan wajib selalu hadir. Di antaranya: - Nasi Kluban dan Tumpeng – biasanya disajikan di rumah. - Apem, Pasung, Gedang Rojo (Pisang Raja), dan Ketan – umumnya dibawa saat acara di masjid atau musala.