Indonesia Menang Telak 3-0 Atas Timor Leste
MEDAN Timor Leste tetap tidak mampu mengimbangi permainan Indonesia hingga babak kedua laga Piala AFF U19 tahun 2026 berakhir dengan skor
OLAHRAGA
JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadan, suasana di desa-desa Jawa menjadi lebih hidup.
Aroma masakan khas, suara doa, dan kebersamaan warga menandai tibanya tradisi Munggahan atau Punggahan, ritual khas sebelum memasuki bulan puasa.
Meski nama dan sebutannya berbeda, Munggahan di Jawa Barat dan Punggahan di Jawa Tengah hingga Jawa Timur sejatinya merujuk pada tradisi yang sama.Baca Juga:
Secara etimologi, kata "Munggah" berarti naik atau memasuki tempat yang lebih tinggi.
Filosofinya, Munggahan menjadi momen untuk "naik" ke tingkat spiritual lebih tinggi sebelum menjalani ibadah puasa penuh selama sebulan.
Sejarah Punggahan
Menurut jurnal Tradisi Punggahan M (2020) karya Salma Al Zahra Ramadhani dan Nor Mohammad Abdoeh, tradisi ini tidak lepas dari pengaruh Sunan Kalijaga.
Dalam upaya menyebarkan Islam di Nusantara, Sunan Kalijaga mengadaptasi ajaran agama ke dalam budaya lokal agar masyarakat lebih mudah menerima Islam.
Punggahan mengajarkan pentingnya bersedekah, menjaga hubungan baik dengan tetangga, dan mendoakan leluhur sebelum memulai puasa.
Acara ini biasanya berlangsung di rumah atau masjid, dipandu oleh guru ngaji atau kiai setempat, dan diisi dengan pembacaan tahlil serta doa bersama.
Hidangan Khas Punggahan
Dalam tradisi ini, beberapa hidangan wajib selalu hadir. Di antaranya:
- Nasi Kluban dan Tumpeng – biasanya disajikan di rumah.
- Apem, Pasung, Gedang Rojo (Pisang Raja), dan Ketan – umumnya dibawa saat acara di masjid atau musala.
Hidangan-hidangan ini tidak hanya simbol, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan dan tali kekeluargaan antarwarga.
Selain itu, tradisi ini juga menjadi momentum mendoakan anggota keluarga yang telah meninggal.
Manfaat Sosial dan Spiritual
Munggahan atau Punggahan bukan sekadar ritual, tetapi juga pengingat bahwa Ramadan semakin dekat.
Tradisi ini memperkuat ikatan antarwarga, mengajarkan kepedulian sosial, dan menanamkan nilai spiritual yang tinggi, menjadikan masyarakat siap menghadapi bulan suci dengan hati bersih dan niat yang tulus.
Dengan kombinasi doa, kebersamaan, dan hidangan khas, Munggahan/Punggahan menjadi salah satu tradisi budaya Islam Nusantara yang masih hidup dan dirayakan secara turun-temurun.*
(d/ad)
MEDAN Timor Leste tetap tidak mampu mengimbangi permainan Indonesia hingga babak kedua laga Piala AFF U19 tahun 2026 berakhir dengan skor
OLAHRAGA
MEDAN Polrestabes Medan menetapkan dua bersaudara yang diduga menendang serta menodongkan senjata jenis air gun kepada seorang wanita ha
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Aksi penangkapan bandar narkoba di wilayah Belawan, Kota Medan, berujung ricuh setelah petugas kepolisian dari Satresnarkoba Polre
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA, 4 Juni 2026 Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan listrik di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, semakin mengua
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke Wisma Danantara pada Kamis (4/6/2026) siang. Dalam kunjungan tersebut,
POLITIK
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap dua alasan utama di balik pengangkatan Nanik S Deyang sebagai Kep
PEMERINTAHAN
MEDAN Sengketa lahan antara Kelompok Tani Padang Halaban dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk di Kabupaten Labuhan
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong kolaborasi dengan perusahaan penyedia layanan telekomunikas
EKONOMI
TANJUNGBALAI Plh Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina didampingi Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, Kepala Bapperida Mariani me
PEMERINTAHAN
MEDAN Indonesia untuk sementara di babak pertama berhasil menang 10 atas Timor Leste pada laga Piala AFF U19 tahun 2026 di Stadion Utam
OLAHRAGA