Zakiyuddin Harahap Ikuti Rakor Tingkat Menteri Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascab
PEMERINTAHAN
SIBOLGA – Di antara deretan bukit terjal dan deburan ombak Samudera Hindia, Masjid Agung Sibolga berdiri megah sebagai simbol spiritual dan kebersamaan masyarakat pesisir barat Sumatera Utara.
Lebih dari sekadar tempat ibadah, masjid ini menjadi saksi perjalanan transformasi Sibolga dari pelabuhan kuno menjadi pusat peradaban Muslim yang inklusif di "Negeri Berbilang Kaum".
Masjid ini pertama kali didirikan pada tahun 1908, saat semangat Pergerakan Nasional mulai membara di Nusantara.Baca Juga:
Pembangunan masjid yang awalnya berupa bangunan kayu sederhana ini diinisiasi oleh tokoh-tokoh lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pelabuhan akan pusat dakwah yang representatif.
Dalam buku terbaru Perjuangan Membangun Rumah Allah: Masjid Agung Sibolga Dalam Lintasan Sejarah (2025), Dr. H. Afifi Lubis, S.H., M.M. menekankan bahwa masjid ini bukan sekadar fisik bangunan.
"Pembangunan Masjid Agung Sibolga adalah buah dari riset mendalam tentang perjuangan kolektif. Ia menjadi manifestasi pengabdian masyarakat Sibolga yang gotong-royong mengubah masjid kayu menjadi simbol kekuatan umat di pesisir barat," tulisnya.
Fakta unik dari masjid ini adalah menara ikoniknya.
Selain berfungsi sebagai tempat muadzin mengumandangkan adzan, menara Masjid Agung Sibolga secara historis juga menjadi mercusuar spiritual bagi para nelayan dan pelaut yang hendak bersandar di Teluk Tapian Nauli.
Peran ini menjadikan masjid sebagai titik temu berbagai etnis, dari Melayu, Minang, Batak, hingga keturunan Arab, yang telah lama hidup berdampingan di Sibolga.
Menjalankan ibadah Ramadhan di Masjid Agung Sibolga menawarkan pengalaman berbeda.
Suara adzan yang memantul di perbukitan dan aroma laut yang segar menjadi latar setiap sujud jemaah.
Tradisi kebersamaan ini mencerminkan kerukunan antar-etnis yang telah terjaga sejak masa kolonial, menjadikan masjid sebagai jangkar sosial dan spiritual bagi warga setempat.
Keberadaan masjid ini sekaligus menjadi simbol bahwa iman dan gotong-royong mampu menyatukan masyarakat heterogen, menjaga kedamaian dan kerukunan di tengah keberagaman budaya yang khas di kota pelabuhan ini.*
(d/ad)
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascab
PEMERINTAHAN
JAKARTA Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap buronan kasus narkotika, Erwin Bin Iskandar alias Koh Erwin,
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kubu Roy Suryo menyurati Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Wahyu Widada terkait proses penyidikan kasus dugaan ij
POLITIK
MEDAN Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumatera Utara menyampaikan apresiasi terhadap kinerja dan sejumlah program strate
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh bersama Polresta Banda Aceh melakukan survei teknis dan evaluasi kinerja alat pemberi isyar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKSEL Pengamat politik Rocky Gerung menilai kasus ijazah Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), tidak efektif dibawa ke ranah hukum pi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIPerjuangan menerbitkan surat edaran rahasia yang menginstruksikan seluruh kader partai untuk tida
POLITIK
PADANGSIDIMPUAN Kepala Dinas Perhubungan Kota Padangsidimpuan, Alfian, bersama kuasa hukum Sahor Bangun Ritonga, melontarkan kritik terb
PEMERINTAHAN
ACEH BESAR Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Tgk H Rahmadon Tosari Fauzi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam melalu
AGAMA
JAKARTA Forum Purnawirawan Prajurit TNI (FPP TNI) menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto terkait penolakan pengirim
HUKUM DAN KRIMINAL