BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Mei 2026

Rupiah Dekati Rp17.900 per Dolar AS, Pemerintah Pastikan APBN Aman dan BBM Subsidi Tak Naik

Johan - Sabtu, 30 Mei 2026 09:17 WIB
Rupiah Dekati Rp17.900 per Dolar AS, Pemerintah Pastikan APBN Aman dan BBM Subsidi Tak Naik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Liputan6/Arief RH)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pelemahan nilai nilaitukar rupiah yang mendekati level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai menjadi perhatian pemerintah. Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi fiskal nasional masih dalam keadaan aman dan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.

Berdasarkan data pasar spot pada Jumat (29/5/2026), rupiah berada di level Rp17.880 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda terjadi di tengah ketidakpastian global serta fluktuasi harga minyak mentah dunia yang masih tinggi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah saat ini belum mengganggu stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario dalam pengelolaan fiskal, termasuk jika harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel.

Baca Juga:

Purbaya menyebut kondisi rupiah yang melemah di tengah fundamental ekonomi domestik yang masih relatif baik merupakan situasi yang tidak biasa. Namun demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih dapat dikendalikan.

Selain itu, pemerintah melihat adanya sinyal positif dari pasar obligasi. Imbal hasil surat utang negara yang cenderung menurun menunjukkan tingkat kepercayaan investor masih terjaga. Bahkan, aliran modal asing mulai kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Di sisi lain, pemerintah memastikan pelemahan rupiah tidak akan berdampak pada harga BBM subsidi. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan produksi minyak dalam negeri serta memperkuat kapasitas kilang nasional guna mengurangi ketergantungan impor energi.

Menurut Yuliot, cadangan BBM nasional saat ini masih berada jauh di atas batas minimal yang ditetapkan pemerintah. Ketersediaan BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi disebut masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menegaskan pemerintah belum memiliki rencana menaikkan harga BBM subsidi meskipun harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan. Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat melalui stabilitas harga energi.

Tekanan terhadap subsidi energi memang meningkat setelah harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) pada April 2026 mencapai 117,31 dolar AS per barel. Namun pemerintah menilai kondisi tersebut masih dapat diantisipasi melalui berbagai kebijakan fiskal dan energi yang telah disiapkan.

Pemerintah optimistis stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah tantangan global, sembari menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat nilai tukar rupiah dalam waktu mendatang.*

(k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dolar AS Diprediksi Tembus Rp18.000, Rupiah Masih Dibayangi Tekanan Berat
Pemerintah Longgarkan Cukai Etanol, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya
Ketua PBNU Nilai Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Sah, Asal Tepat Sasaran
Habiburokhman: Kurban Presiden Pakai APBN Sah Secara Hukum dan Syariah
1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN, Golkar: Jangan Dikaitkan Pilpres 2029
1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN, MUI: Tidak Ada Masalah Secara Syar’i
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru