Wakil Wali Kota Medan Dukung Lomba Domino, Dorong Kegiatan Positif Jauhkan Warga dari Judol
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mengapresiasi pelaksanaan Lomba Domino Medali Ade Jona Prasetyo di Jalan Mangaan I, Ke
PEMERINTAHAN
MEDAN – Menyambut Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Sumatera Utara (Sumut) kembali merayakan tradisi yang telah turun-temurun, yakni memasak lemang.
Hidangan khas ini sering kali tercium aromanya dari halaman rumah-rumah di berbagai daerah, mulai dari Binjai, Medan, hingga pesisir Sumatera Timur.
Lemang, yang terbuat dari beras ketan dan santan, dimasak perlahan dalam batang bambu yang dibakar di atas bara api, menjadi bagian tak terpisahkan dari momen kebersamaan saat Lebaran.Baca Juga:
Lemang biasanya dimasak sehari atau dua hari sebelum Idul Fitri dan disajikan bersama dengan hidangan lain, seperti rendang atau lauk daging. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari hidangan, tetapi juga menjadi simbol persatuan keluarga.
Proses memasak yang memakan waktu cukup lama, dengan api yang menyala di sekitar bambu, menjadi waktu berkumpul bagi keluarga yang menantikan kelezatan lemang yang matang.
William W. Wongso, seorang pakar kuliner Nusantara, menyebutkan bahwa lemang sudah ada sejak lama dalam budaya Melayu di Sumatera dan merupakan hidangan khas yang hadir pada perayaan besar, termasuk Lebaran.
"Lemang adalah bagian dari tradisi makanan Melayu yang berkembang di Sumatera, dengan kehadirannya yang selalu ditunggu-tunggu saat perayaan keagamaan," ungkap Wongso dalam penelitiannya yang dikutip dari kajiannya pada Senin (16/3/2026).
Lemang: Simbol Kebersamaan
Di Sumatera Utara, memasak lemang bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang makna kebersamaan.
Keluarga-keluarga berkumpul di sekitar bara api, menunggu lemang matang sembari berbincang dan menikmati momen kebersamaan yang langka di tengah kesibukan sehari-hari.
Anthony Reid, sejarawan budaya Melayu, menjelaskan bahwa dalam budaya Melayu, makanan tradisional berfungsi sebagai media yang memperkuat hubungan antar anggota keluarga dan masyarakat.
"Makanan dalam budaya Melayu bukan hanya sekadar konsumsi, tetapi menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi," ujar Reid.
Meski zaman telah banyak berubah dan berbagai hidangan modern bermunculan, lemang tetap kokoh menjadi simbol kebersamaan saat Lebaran di Sumatera Utara.
Di beberapa tempat, bahkan ada pedagang yang menjual lemang di pinggir jalan menjelang Idul Fitri untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Tradisi yang Terjaga
Tradisi memasak lemang ini bukan hanya sebuah kebiasaan kuliner, tetapi juga warisan yang tetap terjaga hingga kini. Setiap tahun, masyarakat tetap menyiapkan lemang, meskipun dunia kuliner semakin dipenuhi oleh pilihan modern.
Namun, bagi banyak orang, lemang lebih dari sekadar makanan. Lemang adalah simbol kekuatan tradisi yang mengikat keluarga, mempererat hubungan antar generasi, dan menjadi bagian dari cerita panjang tentang budaya Melayu di Sumatera Utara.*
(ds/dh)
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mengapresiasi pelaksanaan Lomba Domino Medali Ade Jona Prasetyo di Jalan Mangaan I, Ke
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kejaksaan Agung atau Kejagung membantah dalil mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang me
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Masyarakat yang tercatat dalam desil 9 atau 10 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) belum tentu merasa memiliki k
EKONOMI
MEDAN Kepala Dusun (Kadus) IV Kesatuan Harapan Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sugimin, dituntut enam tahun penjara dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Perum Bulog Cabang Medan mulai menyalurkan bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap kedua untuk alokasi JuliSeptember
EKONOMI
MAUMERE Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta maaf kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), j
NASIONAL
JAKARTA Hutan hujan tropis Indonesia dan Malaysia, termasuk kawasan hutan serta gambut di Kalimantan, pada dasarnya bukan ekosistem yang
PERISTIWA
JAKARTA Kejaksaan Agung atau Kejagung menilai dalil mengenai duplikasi penetapan tersangka yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adrians
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Tiga dosen Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) memperoleh sertifikat Hak Cipta dari Kementerian Hukum melalui Kantor Wilay
NASIONAL
MEDAN Bursa Wirausaha Unggulan Sumatera Utara digelar di Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan bertema Ber
EKONOMI