Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Bagi banyak orang, kematian adalah akhir dari segala hal, sebuah momen penuh duka.
Namun, dalam tradisi Batak , ada satu pandangan berbeda yang menganggap kematian sebagai sebuah perayaan kehidupan: Saur Matua .
Dalam budaya Batak, kematian yang dianggap sebagai Saur Matua justru dipandang sebagai puncak dari kehidupan yang berhasil dan utuh.
Baca Juga:
Rytha Tambunan, seorang Dosen Antropologi di Universitas Sumatera Utara (USU), menjelaskan bahwa Saur Matua bukanlah kematian biasa.
Saur Matua adalah kondisi ketika seseorang meninggal dalam keadaan "lengkap" secara sosial dan kultural, memenuhi seluruh tahapan kehidupan yang dianggap penting dalam masyarakat Batak .
Apa Itu Saur Matua ?
Secara sederhana, Saur Matua adalah status kematian seseorang yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu dalam kehidupan Batak .
Syarat utamanya bukanlah usia, tetapi pencapaian hidup seseorang.
"Syaratnya adalah memiliki anak, baik laki-laki maupun perempuan. Anak-anaknya sudah menikah, dan bahkan sudah memiliki cucu," ungkap Rytha.
Dalam pandangan orang Batak , seseorang yang mencapai Saur Matua dianggap telah menyelesaikan seluruh siklus kehidupan dengan sempurna.
"Artinya, orang Batak itu sudah punya keturunan. Hagabeon ," lanjutnya, mengacu pada salah satu dari tiga nilai utama dalam filosofi kehidupan Batak .
Filosofi Kehidupan Batak : Hagabeon , Hamoraon , dan Hasangapon
VIDEO
Tags
berita Terkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.