Pertamax Turun Lagi, Bahlil: Wajar, Kita Cuma Ikuti Harga Dunia
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Perta
EKONOMI
MEDAN — Kota Medan selama ini lekat dengan sapaan "Horas", salam khas masyarakat Batak yang bermakna doa keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan.
Namun, secara historis, kota ini berakar dari wilayah budaya Melayu yang berada di bawah kekuasaan Kesultanan Deli.
Budayawan Robert Sibarani menjelaskan, Medan berkembang dari pusat kekuasaan Melayu Deli.Baca Juga:
Jejak tersebut masih dapat dilihat melalui sejumlah situs bersejarah seperti Istana Maimun dan Masjid Raya Al-Mashun, serta penggunaan bahasa dan adat Melayu dalam kehidupan masyarakat.
Perubahan signifikan terjadi pada akhir abad ke-19 ketika pemerintah kolonial Belanda menjadikan Medan sebagai pusat perkebunan tembakau dan komoditas ekspor lainnya.
Perkembangan ekonomi ini menarik arus migrasi besar-besaran dari berbagai daerah, termasuk masyarakat Batak dari Toba, Karo, Simalungun, Mandailing, dan Pakpak.
"Seiring waktu, jumlah penduduk Batak di Medan meningkat dan berperan besar dalam kehidupan sosial, ekonomi, hingga politik," kata Robert.
Menurut dia, pengaruh tersebut turut membawa budaya Batak semakin menonjol di ruang publik.
Salam "Horas" yang awalnya digunakan dalam komunitas Batak, kini meluas dan digunakan dalam berbagai kegiatan resmi, penyambutan tamu, hingga promosi pariwisata daerah.
Media dan industri pariwisata, kata dia, juga berperan dalam memperkuat citra Medan sebagai kota dengan salam "Horas".
Identitas ini kemudian menjadi representasi yang mudah dikenali secara nasional.
Meski demikian, identitas Melayu tetap bertahan melalui institusi kesultanan, praktik adat, bahasa, serta kesenian Melayu Deli yang masih hidup di tengah masyarakat.
"Hanya saja, dalam ruang publik modern, simbol-simbol Batak lebih sering tampil dan lebih mudah dikenali," ujar Robert.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa identitas Medan terbentuk dari pertemuan berbagai budaya.
Kota ini tidak hanya merepresentasikan satu etnis, melainkan menjadi ruang hidup bersama bagi beragam kelompok masyarakat.
Dalam konteks itu, penggunaan salam "Horas" tidak menghapus identitas Melayu, melainkan mencerminkan keterbukaan serta dinamika keberagaman yang tumbuh di Kota Medan.*
(d/ad)
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Perta
EKONOMI
JAKARTA Ahli Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Hendri Jayadi Pandiangan yang dihadirkan Polda Metro Jaya dalam sidang praperadilan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan kembali mencatatkan defisit pada bulan Juni 2026 sebesar 450 juta dolar
EKONOMI
ASAHAN Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., menerima kunjungan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) RI, Agustinus
PEMERINTAHAN
JAKARTA Advokat Juniver Girsang mengingatkan kepada DPR RI agar Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset tidak justru dijadikan sebag
POLITIK
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyoroti pelibatan anak di bawah umur dalam promosi produk vape yang dilakukan YouTuber
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Pemerintah Kabupaten Batu Bara menggelar Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Halaman Kantor Bupati Batu Bara, Kecamat
PEMERINTAHAN
JAKARTA Advokat Juniver Girsang menyoroti nomenklatur Rancangan UndangUndang Perampasan Aset saat rapat dengan Komisi III DPR. Ia menilai
POLITIK
JAKARTA Insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang mengangkut penumpang dan awak kapal di perairan Kabupaten Sum
PERISTIWA
SURABAYA Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur (Jatim) menerima lima kantong jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II di per
PERISTIWA