BREAKING NEWS
Kamis, 11 Juni 2026

Sumatra Utara Genap 78 Tahun, Ini Jejak Sejarah Nama dan Awal Pembentukannya

Abyadi Siregar - Rabu, 15 April 2026 16:19 WIB
Sumatra Utara Genap 78 Tahun, Ini Jejak Sejarah Nama dan Awal Pembentukannya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Provinsi Sumatra Utara genap berusia 78 tahun pada tahun ini.

Namun, sejarah panjang pembentukan wilayah ini berakar jauh sebelum Indonesia merdeka, ketika dua keresidenan warisan kolonial Belanda menjadi cikal bakal berdirinya provinsi di ujung utara Pulau Sumatra tersebut.

Pengamat sejarah sekaligus dosen Antropologi Universitas Negeri Medan, Eron L. Damanik, menjelaskan bahwa struktur wilayah Sumatra Utara pada awalnya terbentuk dari dua keresidenan utama, yakni Sumatera Timur dan Tapanuli.

Baca Juga:

Dua Keresidenan Warisan Kolonial Belanda

Menurut Eron, Keresidenan Sumatera Timur pertama kali dibentuk pada 1886 dengan pusat pemerintahan di Bengkalis, sebelum kemudian dipindahkan ke Medan pada 1887 seiring pesatnya perkembangan kawasan Deli.

"Sejak 1887, Sumatera Timur berpusat di Medan. Pada periode yang sama juga terbentuk Keresidenan Tapanuli dengan ibu kota Sibolga," ujarnya.

Struktur ini, kata dia, menjadi fondasi administrasi kolonial yang kemudian bertahan hingga masa awal kemerdekaan Indonesia.

Masa Pendudukan Jepang hingga Awal Kemerdekaan

Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, struktur keresidenan tersebut tetap dipertahankan.

Wilayah Sumatera tetap terbagi dalam beberapa administratif yang merupakan kelanjutan dari sistem kolonial Belanda sebelumnya.

Selepas kemerdekaan Indonesia, pembagian wilayah di Sumatra mengalami sejumlah perubahan.

Pada periode 1949 hingga 1951, wilayah Sumatera bagian utara masih terbagi dalam struktur keresidenan Sumatera Timur dan Tapanuli sebelum akhirnya mengalami penataan ulang wilayah.

Resmi Bernama Sumatra Utara pada 1956

Nama "Sumatra Utara" secara resmi terbentuk melalui regulasi Undang-Undang pada tahun 1956, yang menandai penataan ulang administratif pemerintahan daerah di Indonesia.

Dengan dasar tersebut, wilayah Sumatra Utara yang kini dikenal merupakan hasil penggabungan sejarah panjang dua wilayah administratif kolonial yang kemudian dilebur dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia.

Catatan Sejarawan: Perkembangan Masih Berkelanjutan

Meski telah berusia puluhan tahun, sejumlah pengamat menilai bahwa perkembangan Sumatra Utara masih memiliki tantangan.

Eron L. Damanik menyebut bahwa dinamika pembangunan di daerah ini masih banyak dipengaruhi oleh struktur lama yang diwariskan sejak era kolonial.

Namun demikian, ia menekankan bahwa proses transformasi wilayah terus berlangsung seiring perubahan sosial, politik, dan ekonomi di Sumatra Utara hingga saat ini.*


(it/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Kesal Pegawai BUMD Diduga Sakau saat Acara KONI: Dia Digaji Pakai Uang Pemerintah
Medan Masuk Nominasi Penghargaan Kemendagri 2026, Strategi Creative Finance Rico Waas dan Investasi Rp14,5 Triliun Jadi Sorotan
Gugatan Menguat! 4 Pengurus DPC PDIP Medan Disoal, Diduga Rangkap Kepentingan dan Loyalitas Ganda
Pojok Baca Digital Rp 2,1 M di Batubara Disorot, Audit Temukan Kelebihan Bayar hingga Ratusan Juta
Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini: Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Ringan
Eks Sopir Hakim Khamozaro Waruwu Ngaku Curi Emas dan Bakar Rumah untuk Hilangkan Jejak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru