Prosesi pelantikan Pengurus Lembaga Adat Dalihan Natolu Tapanuli Bagian Selatan Kabupaten Asahan periode 2025–2029 berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan pada Sabtu (25/04/2025), pukul 10.00 WIB. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
ASAHAN – Prosesi pelantikan Pengurus Lembaga Adat Dalihan Natolu Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) Kabupaten Asahan periode 2025–2029 berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan pada Sabtu (25/04/2025), pukul 10.00 WIB. Acara digelar di Rumah Adat Solo Godang Tabagsel, Jalan Nusa Indah, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kota Kisaran Barat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh peran lembaga adat sebagai penjaga nilai-nilai luhur budaya sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Asahan, M. Azmi Ismail, A.P., M.Si, Ketua Tabagsel Kabupaten Asahan H. Nauli Parlaungan Siregar, S.H., Ketua Majelis Hatobangon Drs. Isa Harahap, M.Si, Anggota DPR RI H. Anshori Siregar, Lc., serta Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Armin Simatupang, S.H.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan doa bersama yang dipimpin oleh Al Ustadz Dr. Muammar Khadafi Siregar. Suasana semakin sakral dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris Hatobangon Tabagsel, Ir. H. Ansoruddin Harahap, M.P. Inti acara ditandai dengan pengukuhan pengurus dan penandatanganan naskah pelantikan.
Dalam sambutannya, Asisten I M. Azmi Ismail menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari kinerja nyata yang diharapkan mampu menjaga kondusivitas daerah.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan, kami mengucapkan selamat. Kami berharap lembaga ini mampu meningkatkan nilai persatuan, menjaga kerukunan, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya," ujarnya.
Pemerintah daerah, lanjut Azmi, akan terus memberikan pembinaan agar organisasi ini tumbuh menjadi wadah yang sehat, mandiri, dan profesional. Ia juga menekankan peran krusial lembaga adat dalam membentengi generasi muda agar tidak kehilangan jati diri.
"Kita tidak ingin budaya hanya tinggal sejarah. Lembaga adat harus menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan leluhur dan membangun karakter bangsa," tegasnya.
Sementara itu, Ketua terpilih periode 2025–2029, H. Nauli Parlaungan Siregar, mengajak seluruh pengurus untuk membangun organisasi yang solid dan dekat dengan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa sekitar 17 persen populasi di Asahan berasal dari etnis Tabagsel, sehingga kekompakan sangat diperlukan.
"Mari kita bangun organisasi dengan program yang menyentuh hati masyarakat. Kita harus bersatu dan bergerak bersama demi kemajuan Tabagsel di tanah perantauan," ucapnya.
Nauli juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dan menjaga tradisi di tengah arus modernisasi. Meski berada di perantauan, nilai-nilai adat harus tetap dijunjung tinggi dan diteladankan kepada generasi penerus.
"Kita mungkin tidak bisa sama persis seperti di kampung halaman, tapi minimal kita bisa memberi contoh agar anak cucu tetap tahu dan bangga dengan akar budayanya," tambahnya.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga ini diharapkan dapat mendukung visi Asahan yang lebih sejahtera, religius, dan maju. Acara berakhir lancar dan tertib pada pukul 12.00 WIB.*
(dh)
Editor
: Adam
Pelantikan Lembaga Adat Dalihan Natolu Tabagsel Asahan 2025–2029: Perkuat Persatuan dan Lestarikan Warisan Budaya