Praperadilan Ketiga Kandas, Roy Suryo Disebut Bakal Ajukan Gugatan Jilid Keempat
JAKARTA Polda Metro Jaya merespons putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang tidak menerima gugatan praperadilan ke
NASIONAL
SIMALUNGUN – Perubahan identitas etnis di tengah dinamika sosial menjadi salah satu fenomena yang terjadi dalam masyarakat Simalungun.
Perkembangan agama, migrasi penduduk, hingga perubahan lingkungan sosial disebut turut memengaruhi cara sebagian masyarakat memandang dan menampilkan identitas kulturalnya, termasuk dalam penggunaan marga.
Fenomena tersebut diulas dalam buku Agama, Perubahan Sosial dan Identitas Etnik: Moralitas Agama dan Kultural di Simalungun karya akademisi dan peneliti sosial, Erond L. Damanik.Baca Juga:
Dalam kajiannya, Erond menjelaskan bahwa sebagian masyarakat Simalungun mengalami transformasi identitas sebagai bagian dari proses adaptasi sosial yang berlangsung selama puluhan tahun.
Menurut Erond, sebagian masyarakat Simalungun yang memeluk agama Islam di sejumlah wilayah memilih tidak lagi menggunakan marga dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari identifikasi diri yang lebih dekat dengan komunitas Melayu.
"Cara mudah yang dilakukan ialah dengan menghilangkan klan atau marga yang dimiliki," tulis Erond dalam bukunya.
Fenomena tersebut disebut banyak ditemukan di wilayah Simalungun bagian bawah seperti Bandar Marsilam, Bandar, Bandar Huluan, Gunung Maligas, Tanah Jawa hingga kawasan Siantar.
Wilayah-wilayah tersebut sejak lama menjadi daerah pertemuan berbagai kelompok etnis, terutama masyarakat Jawa dan Melayu yang mayoritas beragama Islam.
Dalam kondisi tersebut, sebagian masyarakat Simalungun memilih mengaburkan identitas marganya dan mengidentifikasi diri sebagai Melayu karena dianggap lebih mudah diterima dalam lingkungan sosial tempat mereka tinggal.
Selain itu, perubahan identitas juga terjadi di sejumlah kawasan perbatasan Danau Toba.
Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa sebagian masyarakat Simalungun mengganti penggunaan marganya dengan marga yang lebih identik dengan masyarakat Batak Toba.
JAKARTA Polda Metro Jaya merespons putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang tidak menerima gugatan praperadilan ke
NASIONAL
JAKARTA Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (yearonyear/yoy) mendapat apresiasi
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab banyaknya kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).Kami melihat beberapa sebab,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menjadi menteri paling tidak beruntung karena harus menghadapi berbagai t
EKONOMI
SEOUL Pemerintah Korea Selatan mengungkapkan Indonesia telah berupaya memfasilitasi pembicaraan antara Seoul dan Pyongyang. Namun, usulan
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan hukuman mati bagi pelaku korup
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap besaran uang dalam amplop yang diserahkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhard
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Keuangan (Kemenkeu) siap mengucurkan suntikan dana bantuan sebesar Rp20,5 triliun kepada 490 pemerintah daerah (pemda)
EKONOMI
JAKARTA Hakim tunggal praperadilan pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, I Ketut Darpawan, menolak permohonan praperadilan jilid II
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kami
NASIONAL