Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia meminta panitia mempersiapkan kegiatan dengan matang, termasuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Namun, inovasi tersebut tetap harus sesuai dengan nilai kebudayaan dan adat Karo.
"Harus ada yang berbeda dari tahun sebelumnya, namun tetap kebudayaan dan adatnya," kata Rico Waas.
Mengenai waktu pelaksanaan, Rico mempersilakan panitia menyesuaikannya pada Oktober 2026.
Untuk lokasi, Pemerintah Kota Medan memberikan keleluasaan kepada panitia untuk menentukan tempat yang dianggap paling sesuai.
Dua lokasi yang menjadi pilihan adalah Lapangan Benteng dan Lapangan Merdeka.
"Untuk waktu di bulan Oktober baik, nanti disesuaikan saja. Untuk tempat saya persilakan, mau di Lapangan Benteng atau di Lapangan Merdeka," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Merdang Merdem Kota Medan 2026, Dato Adil Freedy Sembiring, mengatakan kepanitiaan kegiatan tersebut merupakan keturunan langsung dari pendiri Kota Medan, Guru Patimpus Sembiring Pelawi.
Dalam pelaksanaan Merdang Merdem nantinya juga akan digelar Kenduri Arwah.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa bagi para leluhur dan anggota keluarga yang telah lebih dahulu meninggal dunia.
Pertemuan antara Wali Kota Medan dan panitia ditutup dengan suasana penuh kehangatan.
Sebagai bentuk penghormatan dan simbol kekeluargaan, jajaran panitia menyematkan Beka Buluh, kain adat kebanggaan suku Karo, ke pundak Rico Waas.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.