Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan pesta adat budaya Karo, Merdang Merdem Kota Medan Tahun 2026.
Menurut Rico, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang untuk melestarikan budaya Karo, tetapi juga memiliki nilai adat dan kesakralan yang perlu dijaga.
Dukungan itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Panitia Merdang Merdem Kota Medan Tahun 2026 yang dipimpin Ketua Panitia Dato Adil Freedy Sembiring di Balai Kota Medan, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga:
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi sekaligus membahas berbagai persiapan dan rencana pelaksanaan Merdang Merdem tahun ini.
Rico mengatakan Merdang Merdem merupakan kegiatan yang baik bagi Kota Medan.
Sebagai kota dengan masyarakat yang berasal dari berbagai suku dan latar belakang budaya, Medan dinilai memiliki ruang yang luas untuk terus menjaga keberagaman tersebut.
"Ini kegiatan yang sangat baik. Kota Medan banyak suku, termasuk suku Karo. Tentunya kebudayaan harus kita lestarikan," ujar Rico Waas didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Ahmad Barli Mulia dan Kadis Pariwisata Odi Anggia Batubara.
Menurut Rico, pelestarian kebudayaan penting dilakukan agar nilai-nilai adat dan budaya tetap hidup serta dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.
Meski mendukung pelaksanaannya, Rico mengingatkan panitia agar Merdang Merdem tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.
Nilai adat dan kesakralan dalam setiap rangkaian acara harus tetap menjadi perhatian.
"Acara ini tidak hanya seremonial, tetapi tingkat kesakralan perlu diperhatikan. Ini menjadi saran dan masukan agar acara ini berjalan dengan baik," jelas Rico Waas.
Rico juga berharap pelaksanaan Merdang Merdem 2026 dapat dikemas lebih baik dan mampu memperkenalkan budaya Karo kepada masyarakat secara lebih luas.
Ia meminta panitia mempersiapkan kegiatan dengan matang, termasuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Namun, inovasi tersebut tetap harus sesuai dengan nilai kebudayaan dan adat Karo.
"Harus ada yang berbeda dari tahun sebelumnya, namun tetap kebudayaan dan adatnya," kata Rico Waas.
Mengenai waktu pelaksanaan, Rico mempersilakan panitia menyesuaikannya pada Oktober 2026.
Untuk lokasi, Pemerintah Kota Medan memberikan keleluasaan kepada panitia untuk menentukan tempat yang dianggap paling sesuai.
Dua lokasi yang menjadi pilihan adalah Lapangan Benteng dan Lapangan Merdeka.
"Untuk waktu di bulan Oktober baik, nanti disesuaikan saja. Untuk tempat saya persilakan, mau di Lapangan Benteng atau di Lapangan Merdeka," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Merdang Merdem Kota Medan 2026, Dato Adil Freedy Sembiring, mengatakan kepanitiaan kegiatan tersebut merupakan keturunan langsung dari pendiri Kota Medan, Guru Patimpus Sembiring Pelawi.
Dalam pelaksanaan Merdang Merdem nantinya juga akan digelar Kenduri Arwah.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa bagi para leluhur dan anggota keluarga yang telah lebih dahulu meninggal dunia.
Pertemuan antara Wali Kota Medan dan panitia ditutup dengan suasana penuh kehangatan.
Sebagai bentuk penghormatan dan simbol kekeluargaan, jajaran panitia menyematkan Beka Buluh, kain adat kebanggaan suku Karo, ke pundak Rico Waas.
Panitia berharap dukungan Pemerintah Kota Medan dapat membantu pelaksanaan Merdang Merdem 2026 berjalan semarak dan sukses.
Kegiatan tersebut juga diharapkan semakin memperkuat keberadaan serta memperkenalkan budaya Karo di Kota Medan.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.